Cara Sederhana Redam Stres: Berjemur

Ilustrasi santai di luar rumah
Sumber :
  • REUTERS/Charles Platiau

VIVA.co.id – Stres bisa dialami siapa saja. Stres erat kaitannya dengan tekanan hidup yang semakin berat. Secara sepintas, stres mungkin dianggap tak berbahaya. Namun tanpa disadari, akibatnya justru cukup serius bahkan dalam kondisi tertentu bisa berujung pada kematian.

img_title Terungkap! Bukan Gangguan Jiwa, Ini Alasan Ashanty Berobat ke Psikiater

Stres yang dialami setiap orang memiliki dampak berbeda-beda. Hal itu tergantung pada kemampuan masing-masing individu dalam menghadapinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak jarang mereka yang ingin menghilangkan stres cukup dengan memanjakan diri seperti pergi ke salon, jalan-jalan atau berlibur untuk menenangkan pikiran.

img_title Tutup Sampai 15 Toko Kue, Ashanty Stres Berat Sampai Harus ke Psikiater

Tapi, banyak juga di antara mereka yang justru melampiaskannya dengan menggunakan obat penenang, obat-obatan terlarang, minum minuman beralkohol, merokok atau hal-hal lainnya yang dianggap dapat menghilangkan stres namun sifatnya hanya sementara.  

Namun tahukah Anda, kini, hanya dengan berjemur di bawah matahari ternyata dapat membantu untuk menjaga tingkat tekanan emosional yang stabil, seperti dibuktikan oleh sebuah penelitian.

img_title Kelakar Prabowo Sebut Sri Mulyani Makin Stres Ada Kopdeskel Merah Putih: Ibu Dicintai Seluruh Indonesia

"Ketika berbicara tentang kesehatan mental dan emosional Anda, jumlah waktu antara matahari terbit dan terbenam adalah variabel cuaca yang paling penting. Hal ini berlaku untuk populasi klinis pada umumnya, bukan hanya mereka yang didiagnosis dengan Seasonal Affective Disorder," kata Mark Beecher, Profesor di Universitas Brigham Young, Amerika, seperti dilansir Indian Express.

Studi ini mengkaji banyak variabel meteorologi seperti angin dingin, hujan, radiasi matahari, kecepatan angin, suhu dan banyak lagi. Data cuaca dapat dianalisis di daerah yang tepat di mana seseorang tinggal.

Penelitian ini difokuskan pada populasi klinis bukan dari populasi umum dan menggunakan perawatan kesehatan mental untuk mengukur, dan memeriksa beberapa aspek tekanan psikologis, daripada mengandalkan upaya bunuh diri atau bercerita secara online.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders, satu hal yang benar-benar signifikan adalah jumlah waktu antara matahari terbit dan terbenam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pada hari-hari hujan atau hari lebih tercemar, orang beranggapan bahwa mereka akan memiliki lebih banyak kesulitan," kata Beecher.

Tapi Beecher menegaskan bukan itu yang mereka lihat dalam penelitiannya. Mereka melihat radiasi matahari atau jumlah sinar matahari yang benar-benar menyentuh tanah. Dia mencoba untuk memperhitungkan hari berawan, hari hujan, dan juga polusi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut