Cara Sederhana Deteksi Dini Difteri pada Anak

Sorot Difteri - imunisasi - vaksin DPT Difteri Tetanus Pertusis
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asep/Fathulrahman

VIVA – Difteri beberapa waktu terakhir menjadi wabah yang ditakuti. Sebabnya, banyak wilayah Indonesia mengalami kejadian luar biasa difteri. Bahkan, sudah menimbulkan korban jiwa dengan jumlah yang tidak sedikit. Penyakit ini pun mengalami penyebaran yang terbilang cepat.

img_title Kabupaten Garut KLB Difteri, Ini Tanda Gejala dan Cara Pencegahannya

Dokter spesialis tumbuh kembang anak, dr. Soedjatmiko, SpA(K), M.Si, penyakit difteri sangat berbahaya, karena mudah menular. Terlebih, penyakit ini disebabkan bakteri yang menyerang tenggorokan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bakteri itu akan mengeluarkan racun yang merusak tenggorokan, baik pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa," ujar Soedjatmiko, saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu silam.

img_title Broadcast Viral Cabe Bubuk Picu KLB Difteri, Kepala Dinkes: Itu Hoax

Selain itu, racun tersebut bila terus menumpuk di tenggorokan akan membentuk seperti membran putih, dan jika terus menebal, dia akan menyumbat saluran napas. Pada balita dan anak, tenggorokan yang tersumbat ini akan membuat mereka tidak bisa bernapas dan akhirnya meninggal.

Jika ada anak yang sudah terserang difteri, ketika dia berbicara atau bersin, racun ini akan tersebar keluar. Bakteri difteri yang mengeluarkan racun ini akan tersebar ke mana-mana. Racun juga kemudian bisa menyerang otot jantung, sehingga pada minggu kedua bisa terjadi kerusakan jantung yang menyebabkan kematian.

img_title Selaput Lidah Berwarna Abu-abu, Tak Selalu Gejala Difteri

Soedjatmiko menjelaskan, ada dua upaya utama dalam mencegah penyebaran difteri. Pertama adalah segera mendeteksi suspect, atau tersangka difteri, periksa dan obati. Kalau sudah terbentuk, kumannya segera dimatikan dan racunnya dinetralisir.

"Semua yang dicurigai harus segera periksa. Caranya adalah semua orangtua meminta anaknya membuka mulut sambil bilang 'A' berkali-kali, lihat apakah tenggorokan, lubang hidungnya, ada lapisan putih tebal," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika ada, segera bawa anak ke puskesmas dan lakukan pemeriksaan laboratorium. Bagi para dokter, Soedjatmiko menyarankan, kalau mencurigakan, amankan dengan memberikan obat dan rawat anak. Matikan kumannya dengan memberikan antibiotik, dan netralisir racunnya menggunakan anti difteri serum (ADS).

Kemudian, lakukan isolasi pada pasien dan jangan dijenguk oleh siapa pun. Ini untuk mencegah, agar tidak menjalar ke mana-mana. Semua tenaga kesehatan yang merawat, juga harus diperiksa secara periodik, tertular atau tidak harus segera vaksinasi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut