Ini Cara Mudah dan Seru Kenalkan Pubertas Pada Anak
- Viva.co.id/Anisa Widiarini
Di seri ke 4 berjudul I Am Perfect, Robyn bercerita tentang tentang self image, serta body confidence. Seri ke 5 adalah I Am a Change Maker, bahwa anak bisa menjadi agen perubahan, dimulai dari lingkungan sekitar. Tiga seri lainnya membahas tentang penggunaan internet, ‘cinta monyet’, hingga bagaimana saat anak-anak mulai terjun ke masyarakat.
"Anak-anak usia sekolah dasar biasanya mulai resah. Misalnya ketika menghadapi pubertas. Enggak cuma menghadapi perubahan tubuhnya aja, mereka secara identitas kan juga berubah," lanjut Robyn.
Soal ide cerita, Robyn mengaku terinspirasi dari kisah teman-temannya juga pengalaman pribadinya. Dalam menyusun cerita, Robyn juga berkonsultasi dengan psikolog anak.Â
"Setiap orang punya pengalaman 'growing up'-nya sendiri. Terus juga dari pengalaman diri sendiri," katanya.
Mengenal Robyn Soetikno
Berlatar belakang psikologi kesehatan, Robyn tertarik dengan dunia literatur sejak SMA, kepada VIVA, gadis kelahiran 19 Oktober 1993 itu berkisah memulai debutnya dengan menulis buku anak-anak berbahasa Inggris yang ia bagikan ke lingkungan terdekatnya.
Memilih untuk menulis buku anak-anak diakui founder aplikasi GUESehat dan Teman Bumil juga karena ketertarikannya pada literatur anak-anak.Â
"Saya senang lihat gambar untuk buku anak-anak. Meski kontennya sedikit, tapi setiap kali dibaca kita akan menemukan arti yang berbeda. Kontennya luas maknanya," kata Robyn.
Kini, 8 seri buku I'am Me Series sukses diburu dan mendapat respons positif dari para orangtua.
"Bahkan ada orangtua yang minta membahas buku soal sunatan. Setiap event meet and greet, itu ada orangtua dan guru-guru datang, responsnya positif. Mereka semakin butuh media untuk ngobrol soal hal-hal seperti ini," katanya.
Menggaet ilustrastor muda
Dalam proses pembuatan buku, Robyn memang sengaja melibatkan ilustrator muda Indonesia.
"Pada pertengahan 2016 aku ketemu sama ilustrator-ilustrator muda ITB, dan mereka mengaku happy banget bisa ikutan project ini. Ilustrator setiap buku beda-beda, jadi punya ciri khas masing-masing," cerita Robyn.
Robyn menyorot banyak buku anak-anak yang bagus karya anak bangsa, tapi belum banyak yang bisa masuk ke pameran Internasional.
"Buku anak-anak di Indonesia lumayan banyak, tapi yang masuk dunia internasional atau masuk ke pameran belum banyak. Padahal ilustrator buku anak-anak di Indonesia itu banyak yang butuh panggung," kata dia.