Anak Hadapi Tantangan Saat Belajar, Ikuti Cara Ini

Siswa SMA dan gap year yang berpartisipasi dalam diskusi Zenius
Sumber :
  • Dokumentasi Zenius

VIVA – Survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 menunjukkan Indonesia berada di urutan terendah di tingkat global. Salah satu alasan rendahnya peringkat PISA Indonesia ialah penilaian di sekolah hanya berfokus pada topik spesifik dan siswa sekadar menghafal materi, bukan menekankan pada kemampuan dasar siswa dalam berpikir kritis (fundamental skills).

img_title Saatnya Magang Mahasiswa Naik Kelas

“Kita perlu mengubah konsep pembelajaran pukul rata ini. Pertama kita ketahui dulu tingkat pemahaman siswanya saat ini ada di mana, lalu pelan-pelan secara sistematis kita tambah pemahaman itu hingga siswa tersebut bisa mengejar ketertinggalan, atau mungkin malah melampaui kecepatan pengajaran di sekolah dan mencetak prestasi yang lebih tinggi,” kata Co-Founder dan Chief Education Officer, Zenius, Sabda PS, dalam keterangan tertulisnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga melihat peran platform teknologi pendidikan sangat penting dalam melakukan perubahan ini. Sifatnya yang dapat dengan mudah diakses dari mana saja dan kapan saja dapat memfasilitasi siswa untuk mengejar ketertinggalan, merasa berdaya, dan meminimalkan beban belajar siswa.

img_title Kampus Merdeka: Inovasi Pendidikan yang Melahirkan Generasi Siap Bersaing

“Kita perlu akui dulu bahwa tingkat pemahaman siswa itu berbeda satu sama lain. Jika kita sebagai guru memaksakan tingkat pelajaran yang sama di waktu bersamaan pada semua siswa di kelas padahal sudah ada siswa yang tertinggal pemahamannya, tentu mereka yang tertinggal akan kesulitan menangkap materi apalagi menghadapi ujian,” ujar Sabda.

Untuk mendukung pembelajaran yang lebih adaptif, Zenius telah membuka akses gratis ke perpustakaan kontennya yang memuat lebih dari 90.000 konten pelajaran dan soal latihan. 

img_title Transformasi Kampus Merdeka: Membangun Kampus Bebas Kekerasan Seksual

Kemudian, siswa juga dapat menggunakan fitur kecerdasan buatan ZenBot untuk membantu mereka mengatasi soal-soal sulit dan mencari konsep-konsep penting di balik soal tersebut untuk dapat dipelajari secara mandiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kombinasi antara perpustakaan konten Zenius dan ZenBot akan dapat membantu siswa mengeksplorasi materi secara mandiri, sesuai dengan tingkat pemahaman dan kecepatan menangkap materi masing-masing. Semua fasilitas ini dapat diakses secara gratis melalui aplikasi Zenius.

“Kami berharap semua pemangku kepentingan dunia pendidikan dapat melihat pentingnya adopsi pembelajaran yang lebih adaptif. Dengan kolaborasi multi pihak, kita bisa membuat perubahan berarti yang akhirnya membebaskan anak didik kita dari masalah berkepanjangan ini,” tutur Sabda.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut