Miris, Indonesia Alami KLB Polio

Ilustrasi Imunisasi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Asep/Fathulrahman

"Artinya, dengan edukasi dan sosialisasi, orangtua harus digerakkan kembali agar dengan suka rela memvaksin buah hatinya,” ujarnya. 

img_title Indonesia Akan Jadi Tempat Uji Coba Vaksin TBC yang Dikembangkan Bill Gates, Ini Penjelasan Menkes Budi

Selain itu, kata Handoyo, harus ada edukasi tentang apa saja risiko serta bahaya atau penyakit menular yang mungkin timbul dan mengancam kehidupan anak jika tidak divaksinasi. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Yang penting, orangtua harus disadarkan bahwa ke rumah sakit tidak perlu khawatir, sebaliknya ke rumah sakit justru untuk memperoleh jaminan kesehatan buat anak,” katanya. 

img_title Pekan Imunisasi Dunia: Pahami 5 Jenis yang Wajib untuk Lindungi Anak dari Penyakit Serius

Handoyo melanjutkan, setelah menyiapkan program vaksinasi dasar yang lengkap, sesuai yang disarankan dokter, yang dimulai sejak bayi berusia kurang dari 24 jam, pemerintah juga harus secara terus menerus menggelorakan gerakan hidup sehat.

“Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bersama-sama menggelorakan vaksinasi serta mengkampanyekan betapa pentingnya vaksinasi dasar dan pola hidup sehat,” imbuhnya. 

img_title Bill Gates Sebut Penyakit Menular Akan Musnah Pakai AI

Tingkatkan Vaksin Polio

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga angkat bicara menyoroti keputusan pemerintah yang menetapkan Status Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio. Politikus Gerindra itu mengatakan, walaupun kasus Polio masih minim ditemukan, tapi vaksin tetap penting diberikan kepada anak-anak.

"Walaupun hanya ditemukan sedikit kasus, tapi menurut saya, ini vaksin polio ini sangat diperlukan terutama untuk anak-anak," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 21 November 2022. 

Karena itu, Dasco meminta pemerintah meningkatkan lagi pemberian vaksin Polio kepada anak. Menurut dia, vaksin bisa diutamakan kepada daerah yang sudah terdeteksi penyebaran Polio.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Oleh karena itu, kami minta kepada pemerintah, selain konsentrasi kepada vaksin COVID-19 tentunya, untuk vaksin polio ini agar lebih ditingkatkan lagi. Terutama di daerah-daerah yang sudah kira-kira terdeteksi ada penyebarannya di situ," kata Ketua Harian DPP Gerindra ini.

Diketahui, temuan kasus inveksi virus polio yang menyerang seorang anak berusia 7 tahun di Pidie, Aceh, pada akhirnya memaksa Indonesia harus mengumumkan adanya kejadian luar biasa (KLB) polio di dalam negeri.
 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin

Menkes Bilang Keracunan MBG Disebabkan Bakteri E Coli hingga Virus Hepatitis A

Menkes beberkan penyebab kasus keracunan MBG, berasal dari bakteri, virus hingga bahan kimia

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut