Bangun Critical Thinking Anak Lewat Eksperimen Sains yang Seru dan Interaktif
- ist
ESP memiliki berbagai zona eksplorasi, seperti Sensory Corner yang merupakan area eksplorasi sensori berisi pasir kinetik, magic straw, lego, dan lainnya. Kemudian, Messy Play & Chemical Experiment, yakni tempat anak mencoba eksperimen berbasis kimia. Juga Hands-On Lab Area, ruang praktik eksperimen yang dilengkapi peralatan laboratorium sungguhan.
Einstein Science Project (ESP)
- ist
Durasi kelas bervariasi, dari 60 menit untuk satu eksperimen hingga 90 menit untuk dua eksperimen. Selain kelas reguler, ESP juga menawarkan program untuk sekolah seperti Science Day, kegiatan ekstrakurikuler, Science Field Trip, dan Science Fair.
Salah satu eksperimen menarik di ESP adalah Giant Toothpaste, di mana anak-anak mencampurkan bahan kimia aman seperti sabun dan pewarna untuk menciptakan reaksi berbusa besar yang mengeluarkan panas dan asap. Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tapi juga kaya akan stimulasi berpikir.
“Satu contoh kegiatan itu saja (Giant Toothpaste) bisa membantu anak melatih logika, sebab akibat... anak juga bisa berlatih untuk mulai mengikuti instruksi. Jadi ajak anak untuk melakukan eksperimen sains. Ini juga bisa jadi kegiatan bonding yang menyenangkan untuk orang tua dan anak,” jelas Saskhya.
Dalam rangka meningkatkan semangat anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif, ESP akan menggelar Olimpiade Internal jenjang SD pada Mei mendatang, khusus untuk program ekstrakurikuler sains.
“Kami berharap dengan aktivitas di ESP, semakin banyak anak Indonesia yang memiliki kemampuan problem solving dan critical thinking yang baik, memiliki kreativitas dan bisa menjadi pemimpin masa depan,” tutup Ni Nengah Kristanti.