SOROT 534

Sanksi Seumur Hidup bagi Mafia Bola

Pengamat Sepak Bola, Tommy Welly
Sumber :
  • Instagram.com/@bungtowel8

Hukum positif dan hukum olahraga memang terpisah. Tapi mungkin Polisi juga gemas dengan masalah ini. Oleh sebab itu dibentuklah Satgas (Anti Mafia Bola). Seharusnya (Kemenpora, PSSI, dan Polisi) sinergis untuk memberantas ini. Apa yang dilakukan Polisi saat ini adalah hal yang tepat.

img_title Terpopuler: Timnas Indonesia Digasak Bahrain 0-10, Vietnam Diguncang Skandal Pengaturan Skor

Satgas Antimafia bola menangkap dan menahan sejumlah orang yang diduga terlibat mafia bola. Tanggapan Anda?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saya sudah pernah bilang sebelumnya bahwa match fixing ini adalah tabu dalam sepakbola. Tapi ternyata banditnya justru ada di dalam rumah. Orang yang seharusnya jadi wajah sepakbola Indonesia, justru malah menciptakan virus sepakbola itu sendiri dari dalam.

img_title Borok Sepakbola Vietnam Terbongkar, Pemain U-20 Sudah Main Judi dan Pengaturan Skor

Pengamat Sepak Bola, Tommy Welly

Pengamat sepakbola Tommy Welly

img_title Sepakbola Vietnam Diguncang Pengaturan Skor, 5 Pemain Dihukum Seumur Hidup

Informasi soal mafia bola sudah sejak lama jadi rumor. Mengapa baru sekarang ditindak?

Jika melihat tahun 2015, aparat Kepolisian mungkin mapping, dan sekarang barulah mengambil tindakan. Seharusnya PSSI berterima kasih kepada Polri yang sekarang mau membantu untuk menyelesaikan masalah ini, mau memberantas persoalan match fixing ini.

Sebenarnya sejak kapan mafia bola ini ada?

Sebenarnya masalah ini sudah ada dari dulu, waktu era Azwar Anas. Yang terlibat itu wasit, jadi dulu istilahnya mafia wasit. Ada Almarhum Jafar Umar, yang akhirnya disanksi seumur hidup. Waktu itu kasus ini melibatkan banyak wasit.

Mafia bola selama ini seperti kentut. Banyak yang membicarakan tapi tak pernah ada bukti. Bagaimana cara Satgas membuktikan adanya mafia bola ini?

Satgas yang dibentuk ini sedang bekerja. Biarkan mereka bekerja dengan caranya sendiri. Yang terpenting adalah memberantas masalah ini supaya tidak ada lagi masalah ini. Ini virus sepakbola. Ada (Johar) Lin Eng, Hidayat. Saya tidak tahu Papat (Yunisal) sudah kena apa belum. Mereka ditangkap karena Exco yang seharusnya menjadi wajah sepakbola yang baik, malah merusak rumah sepakbola itu dari dalam, menjadi virus sepakbola dari dalam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Siapa saja yang terlibat dalam mafia bola ini?

Masalah ini jelas ada kaitannya dengan betting industries (industri judi) di mana rumah-rumah judi mencari celah dan mencoba masuk (ke sepakbola Indonesia). Kalau melihat ada ketidakberesan, pemain yang gajinya belum dibayar misalnya, mereka itu senang. Itu jadi celah buat mereka. Jadi mereka coba masuk ke sini. Kalau dilihat per tahun 2013, perputaran uang paling besar (judi sepakbola) ada di Asia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut