SOROT 556

Kartu Lebaran, Nasibmu Kini

Kartu lebaran
Sumber :
  • ANTARA/Arief Priyono

Kampanye go green

img_title Polemik Ma'ruf Amin, Habib Bahar hingga Ahmad Dhani ke Cipinang

Maraknya imbauan masyarakat dunia untuk mencegah terjadinya global warming telah menarik perhatian pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat umum di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para pelaku usaha dan perusahaan-perusahaan kini mulai fokus menjalankan aktivitas kampanye ramah lingkungan dengan menggalakkan 3R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle demi menyelamatkan lingkungan dari bencana pemanasan global.

img_title Uniknya Lebaran Ketupat di Kepulauan Sangihe

Salah satu praktik go green diterapkan perusahaan dengan cara mengurangi pemakaian kertas. Sebagai ganti kertas, perusahaan menggunakan produk ramah lingkungan untuk kegiatan operasional.

Aji, seorang mantan karyawan percetakan yang kini menjadi pegawai kantor pos mengakui, karena kampanye go green, perusahan percetakan tempatnya bekerja dulu tak lagi memproduksi sesuatu yang berbahan dasar kertas.

img_title Hingga H+5, Sudah Lebih 1 Juta Kendaraan Kembali ke Jakarta

Aji sempat merasakan ‘manisnya’ bisnis kartu Lebaran. "Dulu saya di bagian cetak cek dan giro perbankan. Di tahun 2007 kertas tergerus dan perusahaan mulai melakukan tender produksi kartu," kata Aji.

Belakangan, lanjut Aji, karena adanya go green, kertas sudah tergerus. "Kartu lebaran biaya (produksinya) juga mahal karena sudah ada HP (handphone). Biaya kirim pesan lebih murah dan lebih cepat," katanya.

Meski tak lagi banyak perusahaan yang memproduksi kartu Lebaran, salah satu perusahaan percetakan, yaitu UPrint masih menerima pesanan produksi kartu Lebaran.

Kartu lebaranKartu Lebaran

CEO UPrint Yustian Tenegar mengatakan, animo masyarakat untuk mengirim pesan lewat Kartu Lebaran masih ada. Bahkan katanya, beragam kalangan masyarakat masih cukup banyak yang membeli Kartu Lebaran hasil produksinya. Bukan cuma perorangan, tapi ada juga UMKM dan perusahaan-perusahaan besar.

"Saat ini jumlah permintaan masih stagnan, tapi menurut saya ada potensi bisa meningkat. Tapi tentunya bergantung dari kualitas dan harga yang kita tawarkan kepada masyarakat. Dan salah satu yang berpengaruh adalah bagaimana kita melakukan promosi," katanya.

Lebih personal

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski perusahaannya tak lagi terkonsentrasi pada produksi Kartu Lebaran, diakui oleh Yustian, menyampaikan pesan ucapan lebaran dengan Kartu Lebaran memang terasa lebih berkesan. Apalagi biasanya, ada pesan-pesan yang sifatnya lebih personal ditulis tangan oleh si pengirim.

"Kalau mengucapkan selamat Lebaran lewat media sosial memang lebih mudah, tapi cara ini tidak personal dan feel dari spesialnya tidak se-spesial kalau kita mendapatkan kartu ucapan secara fisik."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut