Sumber :
- www.newslinemagazine.com
Arif langsung diinterogasi. Dicecar polisi dia tak bisa mengelak. Bahkan mengisahkan secara rinci apa yang dilakukan bersama saudaranya, si Farman itu. Dia mengaku telah melakukan kanibalisme. Dan itu sudah berlangsung beberapa tahun. Mereka mengali makam dan mencuri mayat dari pemakaman yang tak begitu jauh dari rumah. Termasuk mayat Parveen.
Baca Juga
Maka gegerlah warga Dayha Khan, sebuah kota terpencil di Provinsi Punjab, Pakistan itu. Saira Parveen, begitu nama lengkap wanita 24 tahun itu, meninggal pada bulan April itu. Dikuburkan di pemakaman umum. Suatu hari, ketika keluarga datang ke situ, mereka mendapati kubur Parveen berantakan. Seperti habis dibongkar.
Merasa curiga, keluarga kemudian menggali kubur itu. Sungguh mencenggangkan. “Menggerikan, karena jasad Parveen lenyap," kata Aijaz Hussain, keluarga Parveen, seperti dilansir BBC. Keluarga bergerak cepat. Melapor polisi. Lalu polisi mulai menelusuri.
Dari sejumlah fakta awal, sangkaan mengarah kepada Farman dan Arif. Ditemani sejumlah tokoh masyarakat, polisi menggrebek rumah itu. Arif dan kemudian Farman, bersama sejumlah orang dekat diperiksa polisi.
Dari penyelidikan itu, polisi menyimpulkan bahwa dua bersaudara ini menyantap daging manusia demi kesaktian. Resep gila itu disodorkan seorang dukun yang ulahnya sudah pernah mengegerkan warga.Si dukun itu pernah ditangkap polisi, juga karena mencuri mayat.
Farman dan Arif adalah pengangguran. Sudah punya istri dan anak. Tapi, istri dan anak-anaknya pergi, sebelum Farman dan Ali ditangkap. Mereka tak tahan dengan perilaku ayah mereka yang aneh. Tidak bekerja dan kerap mengunci istri dan anak-anak di dalam rumah selama berjam-jam. Mungkin agar aksi mereka tidak ketahuan.
Bangkitkan Ayah dari Kubur
Kisah aneh seperti itu banyak bertebaran di muka bumi ini. Pekan lalu kita dikejutkan aksi Resi Rokis Suhana di Cilacap. Mencuri jenazah dari kuburan juga demi kesaktian. Agar bisa terbang. Melayang seperti pendekar di film-film laga.
Keanehan seperti ini, dengan motif yang berbeda, kerap terjadi di China, negeri yang diramalkan segera menjadi raksasa ekonomi dunia. Bahkan terjadi di Amerika Serikat, negeri yang masyarakatnya sudah sangat rasional.
Halaman Selanjutnya