Sumber :
- REUTERS/Yuya Shino
Baca Juga
Bahayanya, dengan printer 3D, orang-orang yang ingin memiliki senjata api cukup mengunduh dan mencetaknya di printer rumah.
Dilansir BBC, Defense Distributed telah menghabiskan bertahun-tahun membuat senjata api dengan teknologi terbaru. Dan, telah sukses melakukan uji coba tembakan pertamanya pada Sabtu, 4 Mei 2013, di Austin, Texas, AS.
Teknologi terbaru itu bekerja dengan mencetak lapisan demi lapisan plastik jenis ABS, dan mengubahnya menjadi material padat. Biaya yang diperlukan untuk membuat sebuah pistol dari printer 3D ini adalah US$8.000, setara Rp78 juta.
Menurut Cody Wilson, 25 tahun, pemimpin Defense Distributed yang juga mahasiswa hukum di University of Texas, AS, ada banyak pihak berharap agar teknologi ini tidak berhasil alias gagal.
"Tapi, dunia percetakan 3D telah menjadi industri manufaktur di masa depan. Ini tak terhindarkan. Tentu saja teknologi terbaru ini memiliki risiko dan manfaat," kata Wilson.
Dia menambahkan, merancang desain pistol, dan bisa dimiliki oleh banyak orang adalah sebuah bentuk kebebasan. Menurutnya, teknologi telah membuat orang-orang bisa memiliki apa saja yang diinginkan.
Ancaman nyata
Pemanfaatan printer 3D bak pisau bermata dua. Di satu sisi bisa mempermudah manusia menciptakan barang. Tapi, di satu sisi lain bisa berbahaya ketika barang-barang yang dicetak disalahgunakan, dan jatuh ke tangan orang yang tak bertanggung jawab.
Misalnya, pada penggunaan printer 3D untuk mencetak senjata api. Penyebaran kepemilikan senjata api akan semakin luas. Ini dibuktikan dengan semakin mudahnya seseorang mendapatkan senjata api buatan. Ya, sangat mudah. Tinggal cetak, Anda mendapatkan barangnya.
Badan legislatif di AS yang merancang Undang-undang mengenai senjata api telah menyatakan keprihatinannya terhadap teknologi pembuatan senjata api 3D tersebut.
Begitu pun di Eropa. Victoria Baines, dari Europol Cybercrime Centre mengatakan, lembaga penegak hukum di Eropa kini terus memantau perkembangan teknologi pencetakan senjata api 3D.
"Sekarang, para penjahat akan lebih mudah mendapatkan senjata api. Itu adalah pengaruh dari sebuah teknologi baru yang membuat sebuah barang menjadi lebih mudah dibuat dan dengan biaya yang hemat," tutur Baines.
Halaman Selanjutnya