Sumber :
- REUTERS/Lee Jae-Won
Di Indonesia, layanan ini mulai diperkenalkan pada 2011 silam. PT Telkom menjadi perusahaan pertama yang memboyong teknologi itu ke Tanah Air. "Pemilik televisi layar lebar dipastikan membutuhkan konten yang bisa memaksimalkan penggunaan pesawat televisi mereka," ungkap Senior Manager Internal Delivery Channel dan Service Alliance PT Telkom Indonesia, Sri Safitri.
Baca Juga
TV pintar yang kini beredar di pasaran, rata-rata telah menggunakan layar datar atau flat. Sementara penggunaan TV tabung semakin ditinggalkan karena banyak memakan tempat.
Namun, selama bertahun-tahun, tak sedikit orang yang masih bingung saat membedakan TV berlayar datar. Mana yang disebut TV plasma, TV LCD, TV LED, dan terakhir OLED. Pada awal kemunculannya, TV plasma datang dengan warna hitam pekat di seluruh tubuhnya, dan kualitas gambar lebih jernih.
Namun, fosfor yang membentuk gambar memiliki pendaran cahaya sendiri secara otomatis dan tidak membutuhkan backlighting. Plasma merupakan teknologi panel datar yang paling umum ditemukan hari ini.
Sementara teknologi Liquid Crystal Display (LCD), secara bertahap hadir lebih tipis, lebih hemat energi dibandingkan TV tabung. TV LCD tidak membutuhkan sumber cahaya yang terpisah.
Layar LCD tradisional menggunakan lampu cold cathode fluoresens light (CCFLs) untuk menerangi layar. CCLFs ini mirip dengan lampu neon yang kerap dilihat orang, tapi dengan bentuk yang sangat kecil jika dibenamkan di TV.
LED seperti namanya, menggunakan dioda pemancar cahaya untuk menerangi layar. Televisi LED menggunakan lampu LED sebagai backlight. Suguhan layarnya lebih jernih lagi, lebih tajam, karena didukung ratusan bahkan ribuan lampu LED yang menjadi basis layar TV.
TV OLED (Organic Light-Emitting Diode) menggunakan beberapa lapisan organik sebagai pencahayaan dan reproduksi warna. Televisi jenis ini tidak menggunakan backlight. OLED menghasilkan gambar yang deep-black, lebih terang, dan minim blur.
Banjir fitur anyar
Samsung, sebagai pioner konsep televisi pintar sejak 2008 silam, mengklaim telah menguasai pasar Smart TV di Indonesia. Mengutip laporan lembaga survei GFK Year to Date, periode September lalu, Samsung menguasai 37 persen pasar televisi flat panel di Tanah Air.
Halaman Selanjutnya