- VIVA.co.id/Aji YK Putra
Dilanjutkan Siti Hawa, alasan dipegangnya seluruh pengolahan mie celor oleh Hajjah Hanibah, tak lain agar menjaga cita rasa mie celor. “Yang pegang resep harus sedarah, agar cita rasa mie celor keluarga bisa terjaga,” ujar wanita berhijab ini.
Sebagai generasi penerus kedua, Hawa mengaku telah belajar untuk membuat mie celor dari sang ibu agar bisnis keluarganya tetap terjaga dan memuaskan para pelanggannya. “Sedikit, demi sedikit mulai belajar cara membuatnya,” katanya.
Pada hari biasa, Mie Celor 26 Ilir tak terlalu banyak pengunjung. Namun jika hari libur, tempat makan ini membludak, dipadati para pencinta kuliner.
“Kalau Ramadan seperti ini, sebelum Magrib sudah mulai ramai. Sejak pagi, seluruh bahan sudah dibuat di rumah, seperti kuah, mi. Di sini tinggal siap saji, jadi pelanggan tak perlu menunggu lama,” ujarnya.
Salah seorang pengunjung, Adi Haryanto (28), mengaku sudah menjadi pelanggan tetap Mie Celor 26 Ilir sejak duduk di bangku SMP. Ia memiliki alasan tersendiri mengapa menggemari kuliner yang satu ini. Rasa santan yang amat kental ditambah campuran udang, tauge, potongan telur ayam dan mi yang kenyal ditambah taburan bawang goreng membuat mie celor ini terasa gurih.
“Ayah juga suka makan di sini. Waktu pertama kali coba SMP setelah itu, sampai sekarang ketagihan. Minya memang enak,” ucap Adi.