- Dok: Royal Enfield
Beberapa benda yang bisa dilihat di antaranya perhiasan, ornamen dan baju-baju yang digunakan saat upacara khusus.
Bila Anda berkunjung ke China, maka sebaiknya menyempatkan diri untuk mengunjungi Tibet. Wilayah yang berada di Pegunungan Himalaya ini kerap disebut sebagai atap dunia, karena letaknya yang sangat tinggi.
Di Tibet, Anda bisa melihat-lihat biara Buddha yang terkenal, mengunjungi danau gletser berwarna biru kehijauan yang memesona serta mencicipi penganan berbahan dasar gandum.
Atau bila suka berjalan kaki menikmati indahnya pemandangan, maka sebaiknya Anda mengunjungi Nepal. Di negara ini, Anda bisa berjalan menyusuri kaki Pegunungan Himalaya dan melihat dengan jelas kemegahan Gunung Everest.
Jangan lupa menyempatkan diri untuk mengagumi keindahan kota-kota tua bersejarah yang ada di Lembah Kathmandu.
Selain Tibet, jejak ajaran Buddha yang tidak kalah menarik untuk diketahui ada di Bhutan. Salah satu biara Buddha yang terkenal di negara ini adalah Paro Taktsang, yang berada di kaki Pegunungan Himalaya.
Keunikan biara ini adalah adanya sebuah gua yang digunakan oleh seorang biksu, Padmasambhava, untuk bermeditasi selama tiga tahun, tiga bulan, tiga pekan, tiga hari, dan tiga jam.
Tantangan Bermotor
Himalaya juga menawarkan tantangan bagi para pengendara sepeda motor yang gemar berpetualang. Dengan hamparan jalur berbatu dan tebing tinggi, jalan raya yang ada di Pegunungan Himalaya sangat menantang untuk dilintasi.
Salah satu tempat yang biasa dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Leh adalah Khardung la. Untuk bisa mendatangi tempat tersebut, Anda harus mengendarai kendaraan sejauh 39 kilometer.
Namun, jangan harap perjalanan bakal mulus dan nyaman. Resmi dibuka pada 1976, jalan raya tersebut tidak seluruhnya dilapisi dengan aspal. Hampir setengah dari jalan yang menuju ke Khardung la hanya berlapiskan tanah dan bebatuan.
Selain itu, jalurnya juga tidak lebar. Pada satu sisi jalan ada tebing tinggi berhiaskan salju, sementara sisi satu lagi terbentang jurang tanpa pembatas jalan.
Ada satu syarat yang wajib dipatuhi oleh wisatawan sebelum bepergian ke Khardung la. Mereka terlebih dulu harus berada di Leh atau wilayah lain yang ada di Ladakh selama minimum satu hari.
Hal itu perlu dilakukan, agar tubuh dapat menyesuaikan dengan perubahan suhu dan iklim dingin yang ada di wilayah tersebut, atau yang biasa dikenal dengan istilah aklimatisasi.
Bahkan untuk mereka yang datang dari daerah tropis, disarankan untuk tidak berada di Khardung la lebih dari 30 menit, karena suhu di tempat tersebut bisa mencapai di bawah titik beku air.
Berada di ketinggian 5.602 meter, Khardung la sempat diisukan menjadi tempat tertinggi di dunia yang bisa dilintasi oleh kendaraan bermotor.
Namun, seperti dilansir dari dangerousroads.org, pengukuran yang dilakukan dengan perangkat Global Positioning System (GPS) terbaru menunjukkan, Khardung la hanya berada di elevasi 5.359 meter.
Tempat ini sering dilintasi oleh kendaraan militer, karena menjadi akses satu-satunya ke Siachen. Siachen adalah sebuah wilayah yang terbentuk dari gletser dan menjadi perbatasan antara India dan Pakistan.
Karena terbuka untuk umum, Khardung la kerap digunakan untuk menguji kendaraan baru oleh pihak produsen kendaraan. Bahkan, lokasi ini juga sering dipakai sebagai tujuan dari acara turing sepeda motor.