SOROT 411

Terguncang Harga Rokok Selangit

Sejumlah warga petani tembakau yang tergabung dalam APTI (Asosiasi Petani Tembakau Indonesia) melakukan aksi damai tolak kenaikan harga rokok.
Sumber :
  • ANTARA/Anis Efizudin

Yang menarik dari hasil penelitian itu, dan memicu kesalahpahaman publik adalah bagian ini: 72,3 persen perokok menyatakan akan berhenti jika harga rokok mencapai Rp50 ribu per bungkus, dua kali lipat atau lebih dibandingkan harga saat ini. Hanya 14,5 persen perokok yang menyatakan akan berhenti jika harga Rp25 ribu per bungkus, dan hanya  13,3 persen perokok menyatakan akan berhenti jika harga rokok Rp35 ribu per bungkus.

img_title Jika Harga Naik, Apakah Jumlah Perokok Akan Berkurang?

Penelitian itu lalu dituangkan dalam The Indonesian Journal of Health Economics (IJHE) Volume 1, Nomor 1, Juli 2016 yang diterbitkan Center for Health Economics and Policy Studies (CHEPS) Fakultas Kesehatan Masyarakat UI. Hasil penelitian juga dibeberkan Hasbullah pada 3rd Indonesian Health Economics Association (InaHEA) Congress di Yogyakarta, 28 Juli 2016 lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indonesia, kata Hasbullah, memiliki prevalensi perokok tertinggi. Sebanyak 67 persen dari laki-laki dewasa adalah perokok. Prevalensi merokok di kalangan semua orang dewasa meningkat tajam dari 27 persen pada tahun 1995 menjadi 36,3 persen pada tahun 2013. Konsumsi rokok yang tinggi ini berkorelasi dengan murahnya harga dan cukai rokok.

img_title Harga Sebungkus Rokok di 2017

Di sisi lain, beban penyakit terkait tembakau juga meningkat, yang otomatis meningkatkan klaim Jaminan Kesehatan Nasional atau Universal Health Coverage yang saat ini rasio klaimnya mencapai 115 persen, dengan kualitas pelayanan tetap rendah.

Kepada VIVA.co.id, Kamis 25 Agustus 2016, Hasbullah mengatakan, penelitiannya sudah jelas bukan untuk mengusulkan kenaikan harga rokok. Ia sama sekali tidak melampirkan rekomendasi soal itu. Awal penelitiannya lebih didasarkan pada banyaknya peserta JKN yang menunggak, bahkan tidak membayar. Namun mereka rutin membeli rokok.

img_title Dari 600 Perusahaan Rokok, Hanya 100 yang Mampu Bayar Cukai

"Itu saja pemikiran sederhana saya dari penelitian ini. Kok bisa beli rokok tapi bayar iuran kesehatan tidak mampu. Jadi tidak benar kami mengusulkan harga rokok Rp50 ribu per bungkus. Kami hanya menanyakan dan jawaban responden seperti itu," ujarnya.

Resahnya Pemain Utama

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski kenaikan harga rokok hingga Rp50.000 terbukti hoax belaka, apa lacur, pesan itu sudah terlanjur mengendap di benak publik. Khususnya pelaku-pelaku utama di industri rokok.

Selasa pagi, 23 Agustus 2016 sekitar pukul 09.00 WIB, jalanan di depan kantor DPRD Kabupaten Temanggung terlihat lebih ramai dibanding hari biasanya. Sedikitnya 1.000 petani tembakau yang berasal dari wilayah Temanggung dan sekitarnya mendatangi kantor wakil rakyat tersebut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut