SOROT 437

Epos Legenda Agen Spionase

Polisi Jerman sedang patroli.
Sumber :
  • Reuters/Hannibal Hanschke

Chernyak ternyata pentolan sekaligus pendiri Krona, jaringan mata-mata mengepalai banyak sekali agen-agen rahasia. Chernyak dikenal fasih kuasai sembilan bahasa, Inggris, Prancis, Rusia, Jerman, Yiddi, Hungaria, Rumania, Ceko, dan Slovakia.

img_title Siti Aisyah Beli Mobil Pakai Uang Hasil Menipu Ratusan Mahasiswa di Bogor

Anak buahnya terdiri dari para bankir penting, sekretaris menteri, kepala departemen riset perusahaan konstruksi pesawat, putri dari direktur pabrik tank, serta para pejabat tinggi. Dua aktris favorit Hitler, Marika Rokk dan Olga Chekhova juga bagian dari agennya. Veteran Direktorat Intelijen Utama Rusia bahkan menyebut jaringan mata-mata Chernyak ialah salah satu yang terbaik dalam sejarah, karena tak pernah gagal selama 10 tahunan beroperasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yan Chernyak lahir pada 1909 di Bukovina Utara, Hungaria. Dia lahir dari keluarga miskin. Ayahnya yang Yahudi cuma pedagang, dan ibunya cuma ibu rumah tangga, tewas dalam Perang Dunia II. Karena keterbatasan uang, Yan Chernyak kecil lalu dibesarkan di rumah yatim piatu. Tapi dia istimewa, cerdas cenderung jenius. Sejak remaja dia sudah kuasai enam bahasa, tiga bahasa lainnya kemudian dipelajari otodidak.

img_title Modus Culas Siti Aisyah Tilap Rp2,3 Miliar dari Ratusan Mahasiswa di Bogor

Aktivitas mata-mata sudah dilakukan saat duduk di bangku kuliah politeknik di Berlin. Dia direkrut mata-mata militer Soviet, dan dikirim gabung dengan tentara Rumania. Saat itulah Chernyak mulai pasok informasi rahasia pada Moskow. Sementara jaringan mata-mata Krona baru dia bentuk saat kembali ke Jerman.

Chernyak memasok banyak informasi bagi Soviet, di antaranya laporan teknis seputar tank Tiger dan Panther Jerman. Dia juga kirimkan detail senjata artileri, roket FAU-1 dan FAU-2, hingga pengembangan senjata kimia dan sistem elektronik. Chernyak berikan kontribusi signifikan dalam pembuatan senjata nuklir Soviet. Ia memperoleh informasi pengembangan ini di Inggris. Dia juga gali informasi mendalam saat dikirim atasannya ke Kanada dan Amerika Serikat. 

img_title Pergi Umroh, Pedangdut Indah Sari Panjatkan Doa Minta Ini

Pada masa penugasan, Chernyak mengirim ribuan materi mengenai senjata nuklir Amerika untuk Soviet dan bahkan data spesifik berapa miligram Uranium-235 yang digunakan untuk buat bom atom. Sepanjang sejarah, Nazi tak pernah berhasil menangkap mata-mata Krona. Mereka juga tak mampu identifikasi direkturnya, Yan Chernyak. Nazi memang banyak menahan para anggota Soviet yang disebut Kapel Merah dan mengeliminasi agen dari jaringan mata-mata lain.
 
Chernyak kemudian diam-diam ditarik kembali ke Uni Soviet. Yan Chernyak akhirnya resmi jadi warga negara Soviet Mei 1946. Semua baru tahu sosoknya, termasuk sang istri, saat dia dianugerahi Bintang Pahlawan Rusia, pasca-kematiannya. (adi)

Habib Jafar

Meriahkan Acara Final Free Fire, Habib Jafar: Main Game Boleh Asal Jangan Lupa Ibadah

Pendakwah asal Indonesia, Habib Jafar memeriahkan acara grand final Free Fire. Dalam acara tersebut, ia menyampaikan beberapa pesan kepada para gamer.

img_title
VIVA.co.id
21 April 2023
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut