- VIVA.co.id/ Diza Liane Sahputri
Untuk itu, agar menarik perhatian banyak orang, Najeela mengakali dengan merangkul kelompok-kelompok kecil. "Mulainya kecil dahulu, memang cari orang-orang yang memang inovator jadi setiap kelompok-kelompok itu ada penggeraknya, cari itu dahulu kemudian minta tolong bantuan mereka untuk menyebarkannya."
Selanjutnya, 20 Tahun Perbaiki Pendidikan
20 tahun perbaiki pendidikan Tanah Air
Tinggal dan tumbuh di dalam keluarga pendidik, akhirnya semakin memperkuat tekad Najeela untuk mengabdikan diri pada pendidikan. Ia pun memulai karier pendidikan sebagai seorang dosen psikologi. Kemudian, dari pengalaman itu ia membangun Sekolah Cikal lalu Kampus Guru Cikal, hingga Keluarga Kita.
Selama 20 tahun ia terus menapaki upaya memperbaiki pendidikan di Tanah Air. Hasilnya cukup bisa membuat senyum Najeela mengembang.
"Sekarang masyarakat lebih berdaya untuk melakukan perubahan sendiri. Bukan sekadar menunggu program pemerintah di bidang pendidikan. Karena keinginan mereka sendiri untuk membuat perubahan," kata dia.
Inilah jalan yang memang dirancangnya untuk mewujudkan mimpi di dunia pendidikan, membalikkan proses pendidikan yang sudah terlanjur mengakar di Indonesia. Jadi, bukan lagi pemerintah yang merancang program yang memerintahkan sekolah-sekolah serta para guru menjalankannya. Melainkan, menjadikan masyarakat berdaya sehingga mampu melakukan banyak hal sendiri.
Kemudian dari situ, mereka bisa menjadi contoh praktik-praktik baik yang bisa ditiru oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Dengan demikian, akan semakin banyak orang yang ikut berperan dalam perubahan pendidikan di Indonesia.
Pendidik perempuan pendorong perubahan
Pendidikan tentu tidak akan berjalan tanpa kehadiran pendidik. Bukan hanya pendidik sebagai guru yang mengajar di dalam kelas, tapi semua masyarakat juga punya tanggung jawab sebagai pendidik.
"Semua orang harus terus belajar dan semua orang bisa jadi guru walaupun enggak harus berprofesi sebagai guru di dalam kelas. Tapi, dengan menjadi teladan, menyampaikan pesan yang baik, itu sebenarnya kita sudah jadi guru," kata Najeela.
Terutama di sini adalah kehadiran pendidik perempuan. Termasuk ibu. Menurut Najeela, semakin banyak pendidik perempuan yang jadi teladan, akan semakin banyak pula pendidik perempuan yang mendorong perubahan. Hal ini akan memberikan efek yang luar biasa bagi anak-anak.