Saya Bukan Menteri yang Kaku
- VIVA/M Ali Wafa
Akhirnya saya bilang, ditelepon dari partai memang iya. Tapi sampai saya belum dapat konfirmasi dari Istana saya gak boleh GR duluan. Saya bilang, ya udah tunggu saja sampai ada telepon dari Istana. Saya ingat betul. Istri saya itu bicara sama saya Senin pagi, malamnya baru saya dapat kabar melalui WA dari Pak Pratikno.
Apa isinya?
Isi WA nya saya diminta datang ke istana hari Selasa pagi. Ya udah, hari Selasa saya datang ke istana pakai kemeja putih. Akhirnya hari Selasa saya datang ke Istana, bertemu dengan beliau (Jokowi). Waktu ngomongnya itu gak lama.Â
Apa yang disampaikan Jokowi?
Beliau minta saya agar membantu beliau di Kementerian Sosial.Â
Lalu?
Akhirnya ya sudah, saya bilang saya siap. Paling gak lebih dari 10 menit. Saya bilang, saya siap saja apabila saya diminta untuk membantu bapak. Saya siap menjalankan arahan bapak, dalam menjalankan eksekusinya untuk menjalankan tugas-tugas di kementerian sosial. Ya sudah gitu saja, hari Seninnya pelantikan.
Apa ada pesan khusus atau permintaan khusus dari Jokowi saat bertemu?
Pesan khususnya beliau minta agar bekerja dengan cepat, dan koordinasi dengan beliau apabila ada arahan yang penting sekali untuk dikoordinasikan, beliau terbuka. Beliau kan orangnya enak sekali ya, gak ruwet, gak sulit lah dengan hal-hal yang seperti itu ya. Cuma seperti itu saja, gak ada yang terlalu spesifik banget sih.
Apa yang membuat Anda menerima tawaran Jokowi?
Pada prinsipnya kita kalau diminta membantu Presiden itu harus siap.
Kenapa?
Kan itu suatu kehormatan ya. Tak banyak orang yang diperhitungkan atau dipertimbangkan untuk menjadi pembantu presiden dalam hal ini menjadi menteri. Prinsip saya simpel, apapun yang diberikan oleh Presiden sebagai Kepala Negara, itu wajib menerimanya, dan itu merupakan suatu kehormatan, dan nggak mungkin bernego. Misalnya, pak presiden saya hanya mau menjadi menteri ini menteri itu. Wah itu sama sekali tidak ada di fikiran saya.
Sejak dilantik sampai hari ini apa saja yang sudah Anda lakukan?