Benarkah Pakai BBM Biodiesel B30 Lebih Boros?

Biodiesel. Sumber foto: bpdp.or.id.
Sumber :

VIVA – Salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum milik Pertamina di Jakarta Selatan, sudah menyediakan BBM jenis biodiesel dengan campuran 30 persen minyak nabati. Dengan adanya bahan bakar ini, diharapkan impor minyak bisa berkurang, sehingga menghemat pengeluaran negara.

img_title Antisipasi Dampak Geopolitik Global, Komisi IV Dorong Peningkatan Produksi Sawit Nasional Guna Akselerasi Program B40

Namun, hingga kini masih banyak informasi yang simpang siur terkait BBM jenis baru tersebut. Salah satunya, mengenai konsumsi bahan bakar yang lebih boros. Itu sebabnya, Shell menggelar forum diskusi Shell ExpertConnect 2020, di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Forum diskusi seperti ini dapat membantu pelaku bisnis dalam menerapkan kebijakan, dan meminimalkan dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak didukung oleh data ilmiah,” jelas Vice President Technical Shell Lubricants Indonesia, Bambang Wahyudi belum lama ini.

img_title Program B40 Bisa Akselerasi Swasembada Energi di RI hingga Menghemat Devisa, Ini Penjelasannya

Pada acara tersebut, General Manager Plant Operation PT Bukit Makmur Mandiri Utama, I Made Yatna memaparkan fakta dan uji lapangan dari B30, baik dari sisi ilmiah maupun praktik bisnis.

Dari hasil bench test yang mereka lakukan, ada kenaikan penggunaan bahan bakar sebesar 0,83 persen jika dibandingkan dengan BBM jenis solar. Angka tersebut, dikatakan sesuai dengan data spesifikasi dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

img_title Pertamina Begins Gradual Rollout of B40 Biodiesel

Yatna juga mengungkapkan, karena B30 mengandung Palm Oil Methyl Ester atau POME, maka hal itu akan mempengaruhi kinerja dari saringan BBM.

Technical Service Division Head Hino, Taryono yang juga hadir dalam acara tersebut menuturkan, perusahannya sudah memperbesar kapasitas saringan BBM serta mengubah bahan pelapis pada tangki dan pipa, untuk meningkatkan daya tahan kendaraan terhadap penggunaan B30.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Shell Asia Pacific Product App Specialist, Mohammad Rachman Hidayat menjelaskan bahwa dari sisi nilai korosi pada suhu tinggi, POME yang dipakai di Indonesia memiliki tingkat keasaman lebih rendah dari yang dipakai di Eropa.

“Karena B30 memiliki kandungan belerang yang lebih rendah, sehingga memungkinkan untuk memperpanjang waktu ganti oli. Berdasarkan pengalaman dan data Shell, pelumas yang memiliki klasifikasi mutu oil mesin API Service CI-4 terbukti mampu mengatasi bahan bakar B30 atau lebih,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut