Waspada saat Bayar Parkir Pakai QR Code

Dok. QR & Barcode Scanner
Sumber :
  • images.app.goo.gl/cnPoYb6hRp18ZEVx6

Los Angeles, VIVA – Pembayaran parkir kini semakin mudah berkat hadirnya QR Code, atau yang umum dikenal di Indonesia dengan nama QRIS. Cukup buka kamera ponsel, scan, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Namun, kemudahan ini ternyata dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

img_title DPRD Jakarta Minta Dishub Pasang Plang Cegah Parkir Ilegal: Warga Boleh Tolak Bayar Jika Tak Berizin

Modus yang mulai marak adalah penempelan stiker QR palsu di mesin parkir atau papan informasi. QR tersebut terlihat resmi, padahal mengarahkan pengguna ke situs palsu. Begitu data dimasukkan, informasi pribadi dan finansial bisa dicuri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus serupa sempat ditemukan di beberapa kota besar di luar negeri. Penipu menempelkan QR palsu di meteran parkir sehingga pengemudi langsung diarahkan ke halaman pembayaran palsu. Korban biasanya baru sadar setelah melihat ada transaksi mencurigakan di rekeningnya.

img_title Terpopuler: Innova Zenix Vs Destinator, MG Geber Produksi dan Bahaya QR Code Parkir

Dikutip VIVA Otomotif dari Slashgear, Senin 15 September 2025, penggunaan kode QR untuk parkir saat ini semakin luas. Sayangnya, banyak orang terburu-buru saat mencari tempat parkir, sehingga tidak memperhatikan detail QR yang dipindai. Situasi ini menjadi celah yang ideal bagi pelaku kejahatan.

Biasanya, QR palsu ditempel dengan rapi di atas QR asli agar sulit dibedakan. Sekilas memang tampak sah, apalagi jika ditempel di lokasi resmi. Hal ini membuat masyarakat semakin lengah karena percaya pada tampilan fisik mesin parkir.

img_title Sebut Ada 105 Operator Parkir di Jakarta Tak Berizin, Pansus Perparkiran: Ini Pidana, Pungli dan Penggelapan Pajak

Padahal, QR code bisa dibuat siapa saja dalam waktu singkat melalui aplikasi gratis. Dari sana, kode tersebut bisa diarahkan ke situs berbahaya atau halaman pembayaran palsu. Itulah mengapa masyarakat diminta lebih berhati-hati setiap kali memindai kode.

Pakar keamanan siber menyarankan agar pengguna memeriksa dengan teliti sebelum melakukan pembayaran. Misalnya, pastikan nama merchant yang muncul sesuai dengan penyedia layanan parkir resmi. Jika ada kejanggalan, lebih baik batalkan transaksi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, beberapa kota sudah menegaskan tidak pernah menempelkan QR di mesin parkir. Mereka biasanya mengarahkan pengguna untuk memakai aplikasi resmi yang bisa diunduh langsung di toko aplikasi. Cara ini dinilai lebih aman karena mengurangi risiko pemalsuan.

Meski begitu, bukan berarti semua QR berbahaya. Banyak restoran, pusat perbelanjaan, hingga transportasi publik menggunakan kode QR dengan aman. Kuncinya ada pada kebiasaan masyarakat untuk selalu waspada dan tidak sembarangan memindai.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo

Pramono Mau Cek Temuan Lahan Parkir yang Bikin Jakarta Rugi 37,8 M

Pramono bakal cek temuan parkir ilegal yang sudah beroperasi selama 21 tahun di tanah milik Pemprov DKI Jakarta

img_title
VIVA.co.id
25 September 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut