BYD Optimis Menatap 2026

Acara konferensi pers BYD di GJAW 2025
Sumber :
  • VIVA/Krisna Wicaksono

Tangerang Selatan, VIVA – BYD memasuki penghujung 2025 dengan keyakinan kuat terhadap pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia. Perusahaan menyebut bahwa fondasi bisnis yang dibangun sepanjang dua tahun terakhir membuat mereka semakin siap menyongsong tahun depan.

img_title BYD Pesan 10 Kapal Pengangkut Mobil Lagi

Menurut BYD, kesiapan perusahaan tidak hanya berasal dari penjualan yang terus meningkat, tetapi juga dari sejumlah proses strategis yang sedang diselesaikan. Mereka menegaskan bahwa berbagai persiapan tersebut memberi kepastian untuk memasuki fase baru pada 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Pandjaitan, mengatakan bahwa perusahaan saat ini tengah berada di tahap akhir proses audit dan koordinasi dengan pemerintah.

img_title 10 Mobil Listrik Terlaris Agustus 2026, Ada Pendatang Baru

Konferensi pers BYD di GJAW 2025

Photo :
  • BYD Indonesia

“Karena kami sudah dapat audit dari BKPM, kami juga sekarang lagi konsisten koordinasi dengan Kementerian Perindustrian,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif di acara GJAW 2025.

img_title Terpopuler: Motor Baru di Bawah Rp20 Juta, Mobil Listrik Termahal, hingga EV Jadi Mobil Terlaris

Luther menjelaskan bahwa BYD tetap optimistis meski pasar otomotif Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Ia menyebut riset mendalam sedang dilakukan untuk memahami kebutuhan konsumen, khususnya pada segmen yang belum berkembang seperti city car listrik.

Saat ini BYD masih fokus pada model-model yang sudah tersedia, namun sejumlah produk baru dipersiapkan untuk tahun depan. Perusahaan memastikan seluruh perencanaan berjalan sesuai jalur agar harga dan pasokan bagi konsumen tetap terjaga.

Optimisme tersebut juga muncul dari rencana BYD untuk beralih ke basis manufaktur dalam negeri. “Kalau berbasis manufaktur, kami justru lebih confidence dan lebih optimis,” kata Luther.

Dengan produksi lokal, BYD menilai tingkat kepastian rantai pasok akan lebih tinggi dibandingkan metode yang berlaku saat ini. Hal ini juga diyakini dapat memperkuat posisi mereka di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Luther menambahkan bahwa insentif pemerintah berperan besar dalam menjaga harga tetap kompetitif. “BYD saat ini memanfaatkan policy incentive yang membuat kondisi dengan dan tanpa manufaktur itu relatif sama,” ujarnya.

Menurut BYD, kebijakan tersebut memberi rasa aman bagi konsumen untuk membeli sekarang maupun setelah produksi lokal berjalan. Perusahaan bahkan memperkirakan seluruh proses akan mulai bergulir pada kuartal pertama 2026.

VIVA Otomotif: Ilustrasi ban mobil

Daftar Harga Ban untuk Mobil Listrik, Mulai Rp700 Ribuan

Ban menjadi salah satu komponen penting pada mobil listrik karena berhubungan langsung dengan kenyamanan, keselamatan, hingga efisiensi penggunaan energi.

img_title
VIVA.co.id
13 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut