Kenali Tanda-tanda Shockbreaker Motor Rusak dan Harus Digant!

Shockbreaker.
Sumber :
  • Mashar2000

Jakarta, VIVA – Shockbreaker merupakan salah satu komponen vital pada sepeda motor yang berfungsi meredam getaran dan menjaga kestabilan kendaraan saat melintasi berbagai kondisi jalan.

img_title Hujan Abu Vulkanik Bisa Bikin Motor Rusak, Ini Bagian yang Wajib Dicek

Sayangnya, masih banyak pengendara yang kurang memperhatikan kondisi shockbreaker hingga kerusakannya sudah cukup parah. Padahal, shockbreaker yang bermasalah bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Shockbreaker mobil.

Photo :
  • VIVA.co.id/Jeffry Yanto

img_title Ratusan Ribu Motor Buatan RI Laku di Luar Negeri

Lantas, bagaimana cara mengetahui shockbreaker motor sudah rusak dan perlu diganti? Berikut penjelasan lengkapnya.

Fungsi Shockbreaker pada Sepeda Motor

img_title 4 Juta Motor Baru Beredar di Indonesia

Secara umum, shockbreaker memiliki peran penting dalam sistem suspensi motor, di antaranya:

- Meredam guncangan dan getaran saat motor melewati jalan berlubang, bergelombang, atau polisi tidur.

- Menjaga kestabilan motor, terutama saat bermanuver atau menikung.

- Membantu ban tetap menapak sempurna ke permukaan jalan, sehingga traksi dan kontrol motor tetap optimal.

- Mengurangi beban kerja komponen lain, seperti rangka dan ban, agar tidak cepat aus.

Jika shockbreaker tidak berfungsi dengan baik, seluruh kenyamanan dan keamanan berkendara akan menurun secara signifikan.

Tanda-tanda Shockbreaker Motor Rusak

Berikut beberapa ciri umum yang menunjukkan shockbreaker motor sudah tidak dalam kondisi optimal dan sebaiknya segera diperiksa atau diganti:

1. Terjadi Kebocoran Oli

Shockbreaker yang bocor biasanya ditandai dengan adanya oli yang merembes di batang atau tabung suspensi. Kebocoran ini menandakan seal shockbreaker sudah aus. 

Padahal, oli berperan penting dalam proses peredaman. Jika volumenya berkurang, kinerja shockbreaker akan menurun drastis.

2. Muncul Bunyi Tidak Normal

Bunyi seperti “jedug”, “gluduk”, atau decitan saat melewati jalan rusak atau polisi tidur merupakan tanda bahwa shockbreaker tidak lagi mampu meredam benturan dengan baik. Kondisi ini sering diabaikan, padahal bisa menjadi indikasi awal kerusakan serius.

3. Suspensi Terasa Terlalu Empuk atau Terlalu Keras

Shockbreaker yang masih normal akan memberikan pantulan yang halus dan stabil. Namun jika motor terasa terlalu memantul atau justru sangat keras, bisa dipastikan sistem suspensi sudah tidak bekerja sebagaimana mestinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

4. Motor Terasa Oleng dan Tidak Stabil

Shockbreaker yang rusak dapat menyebabkan motor terasa tidak seimbang, terutama pada kecepatan menengah hingga tinggi. Kondisi ini sangat berbahaya karena mengurangi kontrol pengendara terhadap motor.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut