Ini Cara Ampuh Cegah Korsleting pada Mobil Listrik

Mobil listrik DFSK terbakar di tol
Sumber :
  • Tiktok @infojakarta

Depok, VIVA – Di tengah populernya penggunaan mobil listrik di Indonesia, masih ada kekhawatiran dari masyarakat, terutama soal potensi korsleting hingga kebakaran.

img_title Geely Siapkan EX5 Baru, Bawa Frunk dan Teknologi LiDAR

Sejatinya, risiko ini dapat ditekan jika pemilik kendaraan memahami faktor pemicunya dan tidak melakukan perubahan signifikan pada sistem kelistrikan, yang sudah disesuaikan oleh standar pabrikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, menjelaskan bahwa setiap kabel dan komponen pada mobil listrik sudah diperhitungkan oleh pihak pabrikan.

img_title Terpopuler: 10 Mobil Listrik Terlaris Agustus 2026, Merek China Kuasai Pasar, hingga Cara Derek EV

"Mobil listrik kalau dimodifikasi tanpa standar itu sangat berisiko, terutama jika menggunakan kabel yang ukurannya lebih kecil atau tidak sesuai dengan standar pabrikan," ungkap Cing Hok Rifin dikutip VIVA Otomotif di Depok, Jawa Barat.

Ia pun mengatakan bahwa kesalahan kecil dalam instalasi bisa berakibat fatal, seperti membuat mobil mati total secara tiba-tiba akibat panas berlebih.

img_title Daftar Harga Ban untuk Mobil Listrik, Mulai Rp700 Ribuan

"Kalau terjadi shortcut, TBU atau yang biasa disebut MCU (Motor Control Unit) itu langsung kepotong arusnya yang dari baterai ke motor listrik jadi akan error jadi mobil tidak akan bisa di gas atau langsung mati di tempat. Saat mobilnya berhenti, itu korsletingya bisa membakar plastik atau bahan lain yang mudah terbakar," kata Cing Hok Rifin.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemilik mobil baik listrik maupun bensin untuk tidak melakukan modifikasi kelistrikan secara sembarangan.

Di sisi lain, untuk memberikan pemahaman yang lebih akurat mengenai keamanan komponen utama, pihak DFSK turut memberikan klarifikasi terkait video viral terbakarnya unit Gelora E di Tol JORR Km 23+300 A baru-baru ini.

Cing Hok Rifin mengatakan investigasi internal telah dilakukan untuk memastikan bahwa sistem penting kendaraan tetap bekerja sesuai standar keamanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia menegaskan bahwa titik api bukan berasal dari baterai kendaraan.

"Melihat dari bagaimana mobil terbakar, bisa dipastikan bukan dari baterai. Sebab, kalau baterai mobil listrik terbakar biasanya akan berbentuk U, ada asap kimianya berwarna hitam. Biasanya enggak langsung api, asap tebal dulu, terus baru kayak mercon, baru api, dan apinya itu bisa sampai 600 derajat (Celcius)," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut