Diler Mobil Putar Otak Hadapi 2026, Ubah Konsep Showroom
- VIVA.co.id/Yunisa Herawati
Menu yang dihadirkan di Puri Kembangan mengusung tema “Local Indonesian Comfort” seperti pisang cokelat, gethuk, dan pastel sayur. Tersedia pula racikan kopi “Sumatra & Java Houseblend” hasil kolaborasi dengan First Crack, dengan karakter rasa yang disesuaikan selera konsumen urban.
Pengunjung juga bisa memanfaatkan layanan konsultasi servis gratis. Pelanggan yang melakukan pembelian atau servis kendaraan berhak mendapatkan kupon snack dan minuman di café tersebut.
Anton menyebut, pendekatan ini bahkan terinspirasi dari industri ritel lain seperti fashion, di mana gerai menghadirkan coffee shop agar pelanggan betah berlama-lama.
“Showroom fisik tetap penting. Untuk pembelian mobil pertama, finalisasi transaksi, pengambilan dokumen, hingga servis, pelanggan tetap merasa lebih nyaman datang langsung ke diler,” ujarnya.
Data internal menunjukkan lebih dari 14 persen pelanggan kini memanfaatkan fasilitas trade-in, dengan replacement market mencapai 20 persen. Artinya, ekosistem layanan menjadi semakin penting dalam menopang bisnis diler.
Dengan asumsi pasar otomotif 2026 berada di kisaran 890 ribu unit, strategi berbasis pengalaman pelanggan dinilai menjadi cara agar diler tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen. Transformasi ini memperlihatkan bagaimana wajah diler ikut berubah mengikuti cara orang berinteraksi dengan industri otomotif, termasuk yang dijalankan Auto2000