Badai PHK Menghantui Harley-Davidson

Harley Davidson
Sumber :
  • REUTERS

Milwaukee, VIVA – Badai PHK atau pemutusan hubungan kerja mulai menghantui Harley-Davidson setelah perusahaan mengisyaratkan akan melakukan pengurangan biaya secara besar-besaran. Kabar ini muncul tak lama setelah Chief Executive Officer baru, Artie Starrs, berbicara soal kondisi perusahaan dan langkah penyelamatan yang perlu dilakukan.

img_title 5 Motor Matik Bekas Tahun Muda di Bawah Rp10 Juta

Dalam pernyataannya kepada investor, disadur VIVA Otomotif dari Rideapart Minggu 15 Februari 2026, manajemen menyebut sedang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap biaya operasional dari ujung ke ujung. Langkah tersebut melibatkan pihak ketiga untuk melihat bagian mana saja yang bisa dipangkas demi menyesuaikan kondisi bisnis saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu sorotan utama adalah struktur perusahaan yang dinilai masih terlalu besar dibandingkan permintaan pasar sekarang. Kapasitas produksi, biaya operasional, dan beban perusahaan disebut masih disiapkan untuk volume penjualan yang jauh lebih tinggi dari kondisi nyata.

img_title Punya Harley-Davidson Bukan Tiket Bebas Aturan di Jalan

Ketika perusahaan berbicara soal efisiensi, pengurangan karyawan sering kali menjadi salah satu langkah yang sulit dihindari. Hal inilah yang kemudian memunculkan kekhawatiran bahwa pemangkasan tenaga kerja akan benar-benar terjadi di dalam tubuh Harley-Davidson.

Pihak perusahaan pun memberi sinyal bahwa pengurangan jumlah karyawan memang termasuk dalam rencana efisiensi tersebut. Pemangkasan tidak hanya berpotensi terjadi pada pekerja pabrik, tetapi juga staf kantoran atau posisi non-produksi.

img_title 5 Motor Matik Irit di Indonesia, Full Tank Bisa Tempuh Segini

Serikat pekerja di wilayah Milwaukee, Amerika Serikat, mengaku sudah mendengar pembicaraan terkait rencana tersebut. Mereka menyebut bahwa pengurangan jumlah karyawan kemungkinan akan menyasar berbagai lini pekerjaan.

Langkah ini menjadi gambaran bahwa kondisi perusahaan memang sedang tidak mudah. Harley-Davidson disebut harus menyesuaikan diri karena struktur biaya yang ada saat ini dianggap tidak lagi sejalan dengan permintaan pasar.

Di sisi lain, kinerja penjualan motor listrik LiveWire juga belum menunjukkan hasil yang signifikan. Sepanjang tahun lalu, penjualannya masih belum mampu menembus angka 1.000 unit, meski sempat mengalami sedikit peningkatan.

Situasi ekonomi global turut menjadi tantangan tambahan bagi produsen motor legendaris asal Amerika tersebut. Inflasi, suku bunga tinggi, serta kondisi pasar yang belum stabil ikut menekan daya beli konsumen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

CEO baru Harley-Davidson mengakui bahwa perusahaan perlu bergerak cepat agar bisa bertahan di tengah ketidakpastian. Ia menyebut saat ini manajemen sedang mempelajari kondisi internal secara menyeluruh sebelum mengumumkan arah strategi jangka panjang.

Meski belum ada angka pasti terkait jumlah karyawan yang akan terdampak, sinyal efisiensi sudah terasa cukup kuat. Perusahaan kini fokus menata ulang biaya dan kapasitas agar lebih sesuai dengan kondisi pasar yang sebenarnya.

Suzuki GSX R1000R Stealth Edition

Suzuki Bikin Motor ‘Siluman’, Cuma 10 Unit di Dunia, Harganya Segini

Suzuki GSX-R1000R Stealth Edition meluncur di Italia dengan tampilan serba hitam, knalpot Akrapovic dan produksi hanya 10 unit. Harganya mencapai sekitar Rp387 juta.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut