Ini Penyebab Rem Motor Berubah Setelah Perjalanan Jauh

Rem motor.
Sumber :
  • Astra Honda Motor

VIVA – Perjalanan jauh dengan sepeda motor memang memberi pengalaman menyenangkan, terutama bagi pecinta touring. Namun, di balik sensasi berkendara jarak jauh, ada satu masalah yang kerap muncul dan sering dianggap sepele: perubahan pada performa rem.

img_title KAI Tambah Perjalanan KA dari Surabaya ke Jakarta, Catat Daftar Keretanya

Mengganti kampas rem motor.

Photo :
  • http://edorusyanto.wordpress.com

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak pengendara mengaku merasakan tuas rem menjadi berbeda setelah perjalanan panjang—mulai dari terasa lebih ringan, kurang pakem, hingga muncul getaran tidak biasa. Kondisi ini bukan tanpa sebab, dan yang lebih penting, tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan di jalan.

img_title Ratusan Ribu Motor Buatan RI Laku di Luar Negeri

Salah satu faktor paling umum adalah meningkatnya suhu pada komponen pengereman. Saat motor digunakan terus-menerus dalam perjalanan jauh, terutama di kondisi jalan menurun atau macet, rem akan bekerja lebih keras dari biasanya.

Akibatnya, panas yang berlebihan dapat menurunkan kinerja sistem pengereman. Efek ini dikenal sebagai brake fade, di mana daya cengkeram rem berkurang sehingga respons pengereman terasa tidak maksimal.

img_title 17 KRL Disesuaikan Hari Ini, KAI Commuter Ungkap Penyebabnya

Selain faktor panas, kondisi minyak rem juga memegang peranan penting. Cairan rem yang sudah lama tidak diganti atau terkontaminasi dapat menurunkan tekanan hidrolik dalam sistem.

Ketika tekanan ini tidak bekerja optimal, rem menjadi kurang responsif dan tuas terasa lebih ringan saat ditekan. Dalam kondisi ekstrem, hal ini bahkan bisa membuat rem seolah “kosong” atau tidak menggigit sama sekali.

Perjalanan jauh juga mempercepat keausan kampas rem. Komponen ini terus bergesekan dengan piringan cakram selama pengereman, sehingga lama-kelamaan menipis.

Jika ketebalannya sudah berkurang, kemampuan mencengkeram piringan juga menurun. Dampaknya, jarak pengereman menjadi lebih panjang dan risiko kecelakaan meningkat.

Selain tiga faktor utama, ada beberapa penyebab lain yang juga sering terjadi, seperti:

  • Kebocoran pada sistem hidrolik rem
  • Udara atau uap dalam cairan rem akibat panas tinggi (vapor lock)
  • Piringan cakram yang tidak rata atau kotor

Semua kondisi tersebut dapat membuat rem terasa tidak normal, bahkan berpotensi gagal bekerja jika tidak segera ditangani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi motor berhenti di lampu merah

Photo :
  • Unsplash

Perubahan sekecil apa pun pada sistem rem sebaiknya langsung diperiksa. Rem merupakan komponen vital yang menentukan keselamatan pengendara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut