Polisi Australia Punya Mobil Siluman
- Carscoops
Melbourne, VIVA – Kepolisian Australia Selatan menghadirkan cara baru untuk mengawasi pelanggaran lalu lintas dengan mengoperasikan armada shadow patrol car atau mobil polisi siluman. Kendaraan ini dirancang agar tidak mudah dikenali pengendara, sehingga diharapkan mampu menekan aksi ngebut hingga pelanggaran berulang.
Konsep tersebut terinspirasi dari ghost car atau stealth interceptor yang telah lebih dulu digunakan sejumlah kepolisian di Amerika Serikat. Menurut Komisaris Polisi Australia Selatan, Grant Stevens, pengalaman di Negeri Paman Sam menunjukkan kendaraan dengan tampilan samar cukup efektif membuat pengendara lebih disiplin di jalan.
Pada tahap awal, kepolisian mengoperasikan enam unit kendaraan yang terdiri dari dua Subaru Outback, dua Toyota Kluger atau Highlander, serta dua Toyota Land Cruiser 300 Series. Seluruh mobil menggunakan grafis berwarna senada dengan bodi sehingga nyaris tidak terlihat saat siang hari.
Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Rabu 15 Juli 2026, keunikan armada ini baru tampak ketika malam tiba atau saat bodi mobil terkena sorotan lampu kendaraan lain. Material reflektif pada grafis akan memantulkan cahaya sehingga identitas sebagai mobil polisi langsung terlihat dengan jelas.
Agar penyamarannya semakin meyakinkan, kendaraan tersebut juga tidak menggunakan lampu rotator besar di atas atap seperti mobil patroli pada umumnya. Sebagai gantinya, lampu strobo dipasang tersembunyi di balik grille depan dan kaca kendaraan.
Meski tampil lebih sederhana, perlengkapan operasionalnya tetap lengkap. Mobil-mobil tersebut dibekali perangkat pengukur kecepatan, alat tes alkohol dan narkoba, serta peralatan untuk membantu penyelidikan kecelakaan lalu lintas.
Enam mobil polisi "siluman" itu langsung ditempatkan di berbagai wilayah, mulai dari jalan raya antarkota hingga kawasan perkotaan yang padat kendaraan. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pengguna jalan tanpa harus selalu mengandalkan mobil patroli dengan livery mencolok.
Kepolisian Australia Selatan menilai langkah ini dapat membantu menekan angka kecelakaan lalu lintas. Sepanjang tahun ini, pengemudi yang berada di bawah pengaruh alkohol, narkoba, serta perilaku mengemudi agresif disebut menjadi faktor yang berkontribusi terhadap puluhan korban jiwa di wilayah tersebut.