Biaya Servis Dianggap Mahal, Nissan: Masalah Komunikasi

Bengkel servis Nissan.
Sumber :
  • Dok: Nissan

VIVA – Salah satu citra yang melekat pada produk mobil Nissan di masyarakat Indonesia, adalah biaya servis yang mahal. Tidak jarang, pemilik memilih untuk melakukan servis tidak di bengkel resmi, setelah masa garansi habis.

Ketangguhan Nissan Teruji di Tengah Panas dan Tekanan Formula E Jakarta 2025

Vice President Sales and DND PT Nissan Motor Indonesia, Alan Caugant mengaku, perusahaannya pernah melakukan riset terkait biaya servis kendaraan.

“Biaya itu adalah gabungan dari harga suku cadang dan jasa. Hasilnya, tidak berbeda dari kompetitor,” ujarnya di Pekanbaru, Riau, Rabu 6 Maret 2019.

Secanggih Apa Setir Balap Formula E hingga Harganya Rp100 Jutaan

Soal stigma yang ada, Alan mengaku, hal itu diakibatkan kurangnya komunikasi antara bengkel dengan konsumen. Ia mengatakan, hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi mereka.

“Contoh, saat servis, mekanik mengatakan ada komponen lain yang perlu diganti. Jika hal itu tidak diinformasikan ke konsumen, maka saat menerima tagihan, konsumen akan kaget. Ini yang perlu diperbaiki,” tuturnya.

Gak Sampai 2 Bulan Mobil Listrik Nissan Buatan China Terjual 20 Ribu Unit

Selain itu, NMI juga memiliki produk suku cadang yang ditawarkan dengan harga lebih terjangkau. Nissan menamakannya second line parts, yakni suku cadang yang dibuat dengan kualitas di bawah asli. Hal ini banyak dilakukan oleh produsen suku cadang. (kwo)

Logo Nissan

Pemilik Nissan Wajib Waspada, Ada Risiko Mesin Rusak saat Mobil Melaju

Produsen otomotif asal Jepang, Nissan, kembali menghadapi masalah serius terkait lini mesinnya dan mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap 443.899 unit mobil dari

img_title
VIVA.co.id
8 Juli 2025