Mengeksplorasi Bumi Bugis dengan LCGC Datsun
- VIVA.co.id/Jeffry Yanto
VIVA.co.id – Meski memproduksi mobil dengan harga jual yang terjangkau, namun Datsun tidak ingin produk mereka dianggap sebagai mobil murahan. Itu sebabnya, Datsun Indonesia kerap menggelar acara Datsun Risers Expedition (DRE) ke sejumlah daerah yang ada di Indonesia.
Kali ini, VIVA.co.id berkesempatan mengikuti DRE 2 yang diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Penjelajahan Datsun bersama rombongan yang disebut para riser ini menggunakan 14 unit mobil, yakni Datsun GO Panca dan GO+ Panca bertransmisi manual.
Setiap mobil berisikan tiga orang penumpang, termasuk pengemudi. Kami menghitung jarak tempuh perjalanan melalui informasi yang tertera di Multi Information Display (MID). Hasilnya, tercatat jarak tempuh sejauh 522,8 kilometer selama tiga hari perjalanan.
Hari pertama diisi dengan perjalanan dari diler Nissan-Datsun di Latimojong menuju Benteng Rotterdam, benteng peninggalan Kerajaan Gowa di pantai barat Makassar. Selama perjalanan tidak ada hambatan, karena hanya melewati jalan aspal.
Acara dilanjutkan menuju objek wisata Rammang-Rammang, berlokasi di Kabupaten Maros, dengan menyusuri sungai menggunakan kapal tradisonal. Setelah itu, kami menuju Taman Nasional Bantimurung, menikmati keindahan alam yang menjadi ratusan jenis kupu-kupu.
![]()
Datsun Riser Expedition 2 di Sulawesi Selatan (Foto: VIVA.co.id/Jeffry Yanto)
Ketika melewati kedua objek wisata tersebut, jalanan yang ditempuh penuh tanjakan dan turunan. Saat jalan landai, perpindahan gigi dua dan tiga selalu kehilangan momentum, jika putaran mesin tidak tepat. Saat jalan tanjakan, transmisi dalam posisi gigi dua kurang membantu.
Hari kedua, perjalanan diteruskan menuju Bulukumba untuk menikmati indahnya Pantai Tanjung Bira dan menyeberang ke pulau Liukang Loe. Namun, jalan lintas tiga kabupaten ini sangat rusak dan dipenuhi lubang serta bebatuan. Karena jarak bodi ke tanah cukup rendah, acap kali bebatuan dan tanah basah menyulitkan kami melintasi jalur tersebut.Â
Tapi, untuk sekelas mobil LCGC, suspensi terbilang cukup baik meredam guncangan. Meski, beberapa kali batu terbentur kolong mobil. Perjalanan hari kedua diakhiri dengan melihat pembuatan langsung kapal Pinisi seharga Rp12 miliar racikan Suku Bugis. (one)