Pemilik Motor Matik Wajib Tahu Info Penting Ini!

Pipa pembuangan air di rumah CVT skuter matik
Sumber :
  • Federal Oil

Jakarta – Banyak alasan mengapa sepeda motor yang termasuk dalam kategori skuter matik begitu diminati oleh masyarakat Indonesia. Alasan pertama adalah kemudahan dalam mengendarainya, ditambah lagi dengan desain yang menarik.

img_title Oli Mesin Diesel di Tambang Mulai Dihadapkan pada Tantangan B50

Selain itu, desain motor matik dianggap sangat ideal ketika harus melintasi jalanan yang terkena hujan. Berkat adanya dek pelindung, genangan air tidak akan menyemprot ke sepatu atau kaki pengendara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keunggulan lainnya adalah sepeda motor matik tidak memerlukan perawatan rantai karena roda belakangnya digerakkan oleh sabuk khusus yang terbuat dari karet campuran. Meskipun begitu, komponen ini perlu diperiksa secara berkala dan diganti ketika kondisinya sudah aus.

img_title Skuter Listrik Ini Kelakuannya Barbar

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pergantian oli mesin pada skuter matik. Namun, perlu diingat bahwa oli tersebut hanya digunakan untuk mesin saja karena sistem transmisinya terpisah.

Ilustrasi cek oli motor matik

Photo :
  • Dok: Evalube

img_title Terpopuler: Subang Jadi Pusat Kendaraan Listrik, Merek China Diminta Bangun Pabrik, hingga Evolusi Manufaktur Otomotif

Meskipun begitu, komponen ini tetap memerlukan perawatan. Dilansir VIVA Otomotif dari laman Federaloil pada Selasa 1 Agustus 2023, motor matik juga membutuhkan oli gardan agar dapat berfungsi maksimal.

Oli gardan berperan penting dalam melindungi dan melumasi komponen-komponen yang saling bergesekan di dalam rumah transmisi. Jika tidak diganti secara teratur, akan menyebabkan suara kasar dari rumah transmisi akibat gesekan antar komponen akibat kekentalan oli yang berkurang. Oleh karena itu, penggantian oli gardan pada motor matik disarankan dilakukan setiap 8.000 kilometer.

Ketika membersihkan rumah transmisi CVT sebelum mengisi oli gardan, sebaiknya juga memeriksa kondisi sabuk atau belt untuk memastikan apakah masih layak pakai. Karena jika sabuk putus di tengah jalan, motor harus didorong agar bisa bergerak.

Secara umum, umur pemakaian CVT belt maksimal adalah sekitar 25.000-30.000 kilometer. Jika sudah mencapai angka ini, disarankan bagi pemilik motor matik untuk segera mengganti komponen tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menjaga kinerja dan daya tahan motor matik, disarankan bagi para pemilik untuk melakukan perawatan berkala pada transmisi CVT. Jika tidak bisa melakukannya sendiri, mereka dapat memanfaatkan jasa bengkel resmi maupun bengkel umum dengan biaya yang terjangkau, puluhan ribu rupiah.

Motor bekas

5 Motor Matik Bekas Tahun Muda di Bawah Rp10 Juta

Motor matik masih menjadi pilihan banyak masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari karena praktis dan mudah dikendarai. Yang punya anggaran minim punya solusinya.

img_title
VIVA.co.id
16 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut