Ekonomi RI Menusuk Dunia

Aktivitas Bongkar Muat Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA – Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2018 dan 2019 dari 3,7 persen menjadi masing-masing 3,9 persen. Salah satu pendorongnya adalah ekonomi Amerika Serikat yang diperkirakan meningkat pada tahun ini. 

img_title Kemenkeu: Pertumbuhan Ekonomi 2021 yang Dirilis BPS Sesuai Prediksi

Kebijakan pemotongan pajak bagi pengusaha yang mulai diberlakukan di AS hingga 2022, dinilai bakal mendongkrak ekonomi negara tersebut. Namun, ketika kebijakan itu berakhir pada 2022, ekonomi AS pun diperkirakan melambat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi dari raksasa ekonomi dunia lainnya, yaitu China, tidak berubah di angka 6,6 persen pada tahun ini. Namun, lebih rendah dari realisasi 2017 yang mencapai 6,9 persen. Pada 2019, ekonomi China diproyeksi tumbuh 6,4 persen. 

img_title BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2021 Capai 3,69 Persen

Baca juga: IMF Naikkan Proyeksi Ekonomi Dunia 2018

Bagaimana untuk Indonesia? IMF memutuskan untuk tidak mengubah prospek ekonomi negara-negara berkembang dan mulai berkembang. Untuk Indonesia, pertumbuhan ekonomi 2018 diperkirakan mencapai 5,3 persen, artinya di bawah dari target asumsi makro APBN 2018 yang sebesar 5,4 persen. 

img_title Di Forum WEF, Jokowi Promosi Investasi di Indonesia Banyak Insentif

Meskipun optimistis ekonomi dunia bakal tumbuh lebih kencang tahun ini, Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global lebih kecil dibanding IMF. Pada 2018, ekonomi global diproyeksi tumbuh 3,1 persen, atau lebih tinggi dari 2017 sebesar 3 persen. 

Harga komoditas diperkirakan membaik tahun ini, sehingga lebih menggairahkan sektor perdagangan khususnya di negara berkembang. Namun, ada beberapa hal yang harus diantisipasi seperti penyesuaian pasar keuangan dan meningkatnya ketegangan geopolitik di beberapa negara. 

Kemudian, terus tumbuhnya ekonomi negara-negara berkembang dengan pasar yang besar mulai berkontribusi mendongkrak pertumbuhan ekonomi global. Bahkan, kontribusinya sudah mulai menggeser negara-negara maju.

RI Diperhitungkan Dunia

Gejala bakal bergesernya motor ekonomi global sudah terasa sejak tahun lalu. Bahkan, berdasarkan data World Economic Forum yang dikutip VIVA, Rabu 23 Januari 2018, kontribusi AS mendorong ekonomi global tergerus oleh China. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data tersebut menjabarkan, pada periode 2017-2019, sekitar 35 persen pertumbuhan riil ekonomi global disumbang dari China. Diikuti oleh AS sebesar 17,9 persen, India 8,6 persen, dan Zona Eropa 7,9 persen. 

Indonesia pun tercatat masuk peringkat kelima penyumbang perekonomian dunia, dengan kontribusi 2,5 persen. Peringkat RI di atas Korea Selatan (2 persen), Australia (1,8 persen), Kanada (1,7 persen), bahkan negara maju seperti Inggris (1,6 persen) dan Jepang (1,5 persen). 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut