Demam Seleb Jadi YouTuber

Raffi Ahmad
Sumber :
  • Youtube

Raih Penghasilan Miliaran

img_title Ayah Nagita Slavina Terbaring di Rumah Sakit, Raffi Ahmad Minta Doa

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski sebagian seleb sekadar iseng membuat konten YouTube, tapi siapa sangka, mereka justru bisa meraup banyak uang dari aktivitas sibuknya di dunia digital ini.

img_title Dicecar 40 Pertanyaan, Bigmo Akui Kesalahan Soal Live Vape yang Libatkan Anak

Dikutip dari laman Social Blade pun terungkap, artis-artis yang terjun di dunia digital sebagai content creator YouTube, dalam satu bulan bisa mengantongi uang puluhan juta bahkan miliaran rupiah.

Raffi Ahmad misalnya. Lewat Rans Entertainment miliknya, Raffi bisa membuat beberapa konten mulai dari konten kehidupan sehari-harinya, Q & A, challenge, dan  lain-lain. Dengan jumlah subscribers 6 juta lebih dan berada di grade A dan masuk dalam peringkat 9 "Top 250 Youtubers In Indonesia" pada 30 Maret 2019, ayah dari Rafathar ini diperkirakan bisa mendapatkan penghasilan sekitar US$ 31,1 juta hingga US$ 497,8 juta atau sekitar Rp439 juta hingga Rp7 miliar per bulan.

img_title RANS Siapkan Rp161,5 Miliar Hasil IPO untuk Gelar 16 Konser, Nagita Ingin Bangun Event Berkelas Dunia

Paula Verhoeven dan Baim Wong.

Sementara Baim Paula, dikutip dari situs yang sama, dengan jumlah subscribers mencapai hampir 4 juta, diperkirakan, dari aktivitasnya di YouTube Channel, pasangan suami istri ini bisa meraih uang hingga US$ 17 ribu hingga US$ 271,5 ribu atau setara dengan Rp240 juta hingga Rp3,8 miliar per bulan.

Tak hanya Raffi dan Baim, Raditya Dika juga masuk jajaran Top 250 Youtuber Indonesia. Meski berada di grade B dengan jumlah subscribers lebih dari 6,4 juta, diperkirakan ia bisa menghasilkan uang dari YouTube dengan kisaran US$ 9,7 ribu hingga US$ 155,8 ribu atau sekitar Rp137 juta hingga Rp2,2 miliar per bulannya.

Hanya Sebuah Tren

Fenomena artis terjun menjadi YouTuber  tak lepas dari sorotan pengamat dunia hiburan, Amazon Dalimunthe. Dia menilai, fenomena artis yang mulai sibuk mengisi konten YouTube hanya sebuah tren semata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tren memanfaatkan teknologi terutama dalam bidang media sosial. Selain itu juga sebagai ajang "pancingan" untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar lagi apabila vlog mereka itu diikuti oleh atau di-follow oleh banyak orang.

"Media ini menjadi ranah menambah penghasilan kalau follower-nya mencukupi untuk dijadikan alat untuk diendorse oleh beberapa atau oleh produsen lah. Bisa dikatakan begitu," kata Amazon saat berbincang dengan VIVA.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut