Demam Seleb Jadi YouTuber
- Youtube
Raih Penghasilan Miliaran
Meski sebagian seleb sekadar iseng membuat konten YouTube, tapi siapa sangka, mereka justru bisa meraup banyak uang dari aktivitas sibuknya di dunia digital ini.
Dikutip dari laman Social Blade pun terungkap, artis-artis yang terjun di dunia digital sebagai content creator YouTube, dalam satu bulan bisa mengantongi uang puluhan juta bahkan miliaran rupiah.
Raffi Ahmad misalnya. Lewat Rans Entertainment miliknya, Raffi bisa membuat beberapa konten mulai dari konten kehidupan sehari-harinya, Q & A, challenge, dan lain-lain. Dengan jumlah subscribers 6 juta lebih dan berada di grade A dan masuk dalam peringkat 9 "Top 250 Youtubers In Indonesia" pada 30 Maret 2019, ayah dari Rafathar ini diperkirakan bisa mendapatkan penghasilan sekitar US$ 31,1 juta hingga US$ 497,8 juta atau sekitar Rp439 juta hingga Rp7 miliar per bulan.
![]()
Sementara Baim Paula, dikutip dari situs yang sama, dengan jumlah subscribers mencapai hampir 4 juta, diperkirakan, dari aktivitasnya di YouTube Channel, pasangan suami istri ini bisa meraih uang hingga US$ 17 ribu hingga US$ 271,5 ribu atau setara dengan Rp240 juta hingga Rp3,8 miliar per bulan.
Tak hanya Raffi dan Baim, Raditya Dika juga masuk jajaran Top 250 Youtuber Indonesia. Meski berada di grade B dengan jumlah subscribers lebih dari 6,4 juta, diperkirakan ia bisa menghasilkan uang dari YouTube dengan kisaran US$ 9,7 ribu hingga US$ 155,8 ribu atau sekitar Rp137 juta hingga Rp2,2 miliar per bulannya.
Hanya Sebuah Tren
Fenomena artis terjun menjadi YouTuber  tak lepas dari sorotan pengamat dunia hiburan, Amazon Dalimunthe. Dia menilai, fenomena artis yang mulai sibuk mengisi konten YouTube hanya sebuah tren semata.
Tren memanfaatkan teknologi terutama dalam bidang media sosial. Selain itu juga sebagai ajang "pancingan" untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar lagi apabila vlog mereka itu diikuti oleh atau di-follow oleh banyak orang.
"Media ini menjadi ranah menambah penghasilan kalau follower-nya mencukupi untuk dijadikan alat untuk diendorse oleh beberapa atau oleh produsen lah. Bisa dikatakan begitu," kata Amazon saat berbincang dengan VIVA.