Jejak Wabah Hepatitis A di Pacitan
- Pixabay/pexels
Di Indonesia, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, pada 2013 secara nasional diperkirakan terdapat 1,2 persen penduduk di Indonesia mengidap hepatitis. Kondisi ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2007, yaitu sekitar 0,6 persen.
![]()
Apabila dikonversikan ke dalam jumlah absolut penduduk Indonesia tahun 2013 sekitar 248.422.956 jiwa, maka bisa dikatakan bahwa 2.981.075 jiwa penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis.
Berdasarkan data tersebut pula, lima provinsi dengan prevalensi hepatitis tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, NAD, Gorontalo dan Papua Barat.
Sedangkan pada tahun 2013 ada 13 provinsi yang memiliki angka prevalensi di atas rata-rata nasional yaitu, Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, NAD, Nusa Tengara Barat, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan.
Penyebab dan penyebarannya
Hepatitis A merupakan peradangan organ hati akibat infeksi virus hepatitis A. Infeksi yang akan mengganggu kerja organ hati ini dapat menular dengan mudah melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus.
Penyebab penyakit ini adalah virus hepatitis A. Virus ini dapat menyebar dengan mudah melalui konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi tinja penderita hepatitis A.
Pada kasus KLB yang terjadi di Pacitan, penyebaran virus hepatitis terjadi akibat aliran air sungai yang terkontaminasi dan dikonsumsi warga sekitar. Di tambah lagi, penularan dari pasien yang terjangkit bisa dengan mudah terjadi, misalnya, melalui liur, kencing, feses, hingga makanan dan minuman yang tercemar virus.
Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, menjelaskan hepatitis A adalah terminologi yang digunakan untuk penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus tipe A. "Hepatitis A masuk ke dalam tubuh melalui saluran makanan. Jadi bisa melalui makanan yang tercemar virusnya atau minuman yang tercemar virusnya," jelas Achmad.
Orang yang terjangkit penyakit ini kemudian menyebarkan virus hepatitis A melalui cairan kencing atau feses. Virus ini kemudian menyebar ke makanan atau minuman dengan berbagai metode dan cara yang kemudian dikonsumsi orang banyak.
"Yang paling memungkinkan dengan outbreak (wabah) yang seperti ini mungkin ada cemaran sumber air oleh virus A, sehingga air ini digunakan secara massal oleh banyak orang, padahal air ini mengandung virus A," jelasnya.