Siap-siap Gaduh Gara-gara Reshuffle Kabinet

Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Ma'ruf Amin memperkenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Tak cermat dan hati-hati mencopot menteri utusan partai, meski berkinerja buruk, katakanlah, bisa terjadi kegaduhan yang tak penting, apalagi sekarang pemerintah memerlukan energi besar dan tim yang kokoh untuk menangani wabah corona serta dampak-dampaknya. Ada 16 menteri dari total 34 menteri yang berasal dari partai politik di kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Lebih separuh di antaranya tergolong menteri strategis dan vital, misal Yasonna Laoly, Tjahjo Kumolo, Juliari Batubara, Airlangga Hartarto, Agus Suparmanto, Ida Fauziyah, Prabowo Subianto, dan Edhy Prabowo.

img_title PM Malaysia dan Jokowi Teleponan, Bahas Bencana Gunung Berapi hingga Kabut Asap

Terlepas dari menteri dari kalangan partai politik maupun nonpartai politik, menurut pakar hukum tata negara Refly Harun, secara umum para pembantu presiden itu memang tidak bermutu tinggi. Kalau dinilai berdasarkan skala 1 sampai 10, katanya, menteri-menteri Jokowi di periode kedua justru kurang dari 6. Para menteri Jokowi di periode pertamanya saja bernilai 6, dan karenanya, reshuffle tak terhindarkan bahkan ketika usia kabinet belum genap setahun pada 2015.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (depan tengah) menghadiri Penang Peace Dialogue di Penang, Malaysia

Bicara di Penang Peace Dialogue, Jokowi: Kita Harus Bangun PBB 2.0 Baru

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, tantangan yang dihadapi seluruh dunia saat ini semakin kompleks, dengan konflik yang berkaitan dan lintas batas

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut