Kecelakaan Maut Terus Berulang, Salah Siapa?
- VIVAnews/Zahrul Darmawan
21 Agustus 2013, bus pariwisata Giri Indah bernopol B 7297 BI yang membawa rombongan Gereja Bethel Indonesia Rahmat Emmanuel dari Kota Bunga Cipanas terjun ke sungai sedalam lima meter di Kampung Persit RT 01/02, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Akibatnya, 18 penumpang tewas seketika dan 35 lainnya luka berat.
Bus melaju dengan lancar dari Cipanas sampai Cisarua, tak dilaporkan ada kendala sebelumnya. Nah, ketika tiba di jalan menurun dan menikung tiba-tiba mengalami rem blong. Sopir kemudian membanting stir, menabrak rumah dan pick up muatan gas, lalu jatuh ke Sungai Ciliwung. Bus nahas itu dikemudikan sopir bernama Moh Amin (49 tahun) asal Brebes.
Menurut saksi mata di lokasi kejadian, pengemudi bus pariwisata tersebut diduga memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Kontur jalan dari wilayah Gunung Mas hingga ke lokasi kejadian memang cukup curam, sehingga butuh kesigapan saat dalam kondisi menurun.
8 September 2013, kecelakaan maut terjadi di KM 8+200 Tol Jagorawi. Kecelakaan ini melibatkan putra bungsu musisi kondang Ahmad Dhani dan Maia Estianty, AQJ. Sebanyak tujuh orang meninggal dunia.
Mobil yang dikemudikan AQJ dari arah Cibubur menuju Jakarta pada Minggu dini hari itu menabrak Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 1349 TFM berpenumpang 13 orang dan Toyota Avanza bernomor polisi B 1882 UJZ. Dua mobil yang ditabrak ini berada di jalur sebaliknya, yaitu Jakarta menuju Bogor. Enam orang tewas seketika di lokasi kejadian, dan satu orang lagi meninggal beberapa hari kemudian. (art)