Nasib UMNO Setelah Mundurnya 'Dr. M'
- www.siakapkeli.my
Pak Lah, sapaan akrab Abdullah Badawi, diangkat menjadi perdana menteri pada 31 Oktober 2003. Ia adalah anak emas Mahathir yang diyakini bisa membawa program pembangunan yang sudah ditancapkan sejak lama.
Meski pemerintahan sudah tidak dipegangnya, UMNO masih ada di genggaman pria lulusan University of Malaya, Singapura itu. Mengutip situs dw, Selasa, 1 Maret 2016, berselang lima tahun, terjadi kisruh politik. Tak tanggung-tanggung, konflik ini melibatkan Dr. M dan Pak Lah.
Konflik ini bermula dari kebijakan Badawi yang membatalkan sejumlah proyek besar peninggalan Mahathir. Sebagai senior sekaligus mentor politiknya, ia tersinggung dengan kebijakan tersebut.
Sejak saat itu, kepemimpinan Badawi digoyang. Ia pun dituduh sudah tidak sejalan lagi dengan langkah politik partai dan mentornya itu. Seperti memberi isyarat bahwa langkah berani Pak Lah seolah ingin membuang bayang-bayang Dr. M.
Namun, karena kuatnya Mahathir membuat kisruh elite politik ini berimbas ke perolehan suara UMNO yang mengalami penurunan. Ia seperti mendapat angin segar untuk memberi tekanan dan seruan agar Badawi lengser.
Menurut Sanusi Junid, Sekretaris Jenderal UMNO kala itu, mengatakan, tragedi serupa pernah terjadi pada pendiri UMNO, Datuk Onn Djaffar, yang mundur pada 1951.
Lalu, penggantinya, Tunku Abdul Razak, yang memimpin perjuangan kemerdekaan turut mundur akibat dari kerusuhan rasial yang berujung pada kekalahan Pemilu UMNO di dua negara bagian.
"Sekarang ini, Abdullah Badawi membawa UMNO pada perolehan suara Pemilu yang paling buruk dalam sejarah. Tapi, ia tak mau mundur. Ia bersikukuh untuk terus berkuasa demi keuntungan kroni terdekatnya. Jelas, kami tak mau jadi bagian dari semua itu," ujarnya saat itu.
Lalu, pada 19 Mei 2008, Mahathir Mohamad, untuk pertama kalinya, mengundurkan diri dari kepengurusan Partai UMNO bersama Sanusi Junid.
Kasus besar
Tak perlu berlama-lama, Dr. M akhirnya kembali ke tampuk politik dengan seragam UMNO pada 2009 ketika Najib Tun Razak menjabat perdana menteri, setelah Badawi mengundurkan diri. Najib merupakan anak dari mantan perdana menteri Malaysia kedua, Tun Abdul Razak Datuk Hussein.
Tun Razak adalah mentor politiknya Mahathir Mohamad. Mungkin karena itu lah terjadi "chemistry" antarkeduanya. Hubungan erat ini mendapuk Pak Tun, panggilan akrab Najib, terpilih kembali menjadi perdana menteri pada 2013.