KTT Luar Biasa OKI, Apa Pentingnya Bagi Indonesia?

Menlu Retno Marsudi bersama delegasi KTT Luar Biasa OKI
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

Retno hanya memastikan jika saat pembahasan 57 negara yang hadir menunjukkan solidaritasnya untuk Palestina. Menurutnya, selama negosiasi terlihat jelas solidaritas, komitmen dan rasa persatuan dari negara-negara anggota OKI demi membantu perjuangan rakyat Palestina.

img_title Menlu: Pelantikan Konsul di Ramalah Tak Perlu Izin Israel

Dijelaskannya, melalui KTT ini Indonesia memanggil anggota OKI untuk merapatkan barisan menggiring Palestina menjadi negara berdaulat penuh. Dia meyakini tiada satu negara pun di dunia ini yang mampu menyelesaikan masalah Palestina sendirian. "Kita harus mengakhiri semua ini (pendudukan Israel atas Palestina)," kata Retno.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

OKI dan Palestina

img_title Diplomasi Terbuka Dukung Palestina Merdeka

Masalah Palestina dan Yerusalem yang merupakan kota suci tiga agama telah membetot perhatian dunia cukup lama. Berbagai resolusi dan deklarasi sebelumnya telah keluar. Namun, proses perdamaian pasang surut.

Menlu Retno berharap, resolusi dan deklarasi yang akan dihasilkan di Jakarta ini dapat berkontribusi bagi proses perdamaian yang tengah diupayakan semua pihak. Menurutnya, semakin lama ditunda, maka warga dunia semakin membiarkan terjadinya pelanggaran HAM berat dan kebebasan berpendapat di sana (Palestina).

img_title DPR Sarankan Boikot Produk Israel Mulai dengan Inventarisasi

“Semakin lama kita membiarkan mereka tertindas, maka semakin jauh pula kemerdekaan penuh diraih Palestina," kata dia.

Dalam KTT itu kembali diingatkan bahwa masalah Palestina sudah akut. Solusinya adalah dua negara berdiri dengan kedudukan yang sama. Menurutnya, tidak ada solusi lain kecuali mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kita harus mengingatkan dunia, khususnya angggota OKI, agar masalah ini (Palestina) tidak hilang begitu saja dengan konflik yang sedang marak sekarang ini," kata Retno.

Indonesia sendiri berjanji mengalokasikan dananya sebesar US$1,5 juta untuk beberapa tahun ke depan untuk Palestina. Selain itu, Indonesia juga berkontribusi melalui UNOCHA sebesar US$1 juta. UNOCHA adalah Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan/The UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs.

Saatnya sekarang bagi dunia Islam untuk memainkan peran yang lebih besar untuk berbicara banyak terhadap nasib Palestina secara nyata. "OKI juga butuh dukungan internasional, khususnya PBB, untuk menggolkan solusi tunggal ini," kata Retno.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jokowi bertemu Presiden Palestina

Presiden Joko Widodo akan bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas di sela-sela KTT  itu  di Jakarta Covention Center, Jakarta. Di hari pertama , it Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebelum menjamu para delegasi dalam acara Welcoming Dinner. Welcoming Dinner diselenggarakan untuk menghormati para Kepala Delegasi Organisasi Kerja Sama Islam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut