Satu Detik Lebih Cepat yang Berharga

Kecepatan Akses Internet.
Sumber :
  • speedtest.net

Dengan demikian, Cloud Flare menjadi perusahaan yang pertama kali mengaktifkan teknologi HTTP/2 Server Push.

img_title Agama Amanda Rigby, Calon Istri Baru Andre Taulany

"Biasanya, peningkatan performa internet memotong hanya beberapa milidetik. Namun, sekarang teknologi server push itu akan memangkas waktu loading dalam hitungan detik. Ini merupakan sebuah lompatan performa yang belum ada ditawarkan perusahaan penyedia layanan web manapun," kata Chief Executive Officer (CEO) CloudFlare, Matthew Prince, dikutip dari ZDnet.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan, dengan teknologi yang CloudFlare tersebut, maka akan terjadi penghematan dan efisiensi dalam trafik serta akses internet.

img_title Kronologi Aisar Khaled Dilaporkan atas Dugaan Penipuan hingga Pencucian Uang, Berawal dari Utang Rp5,7 Miliar

"Jika satu tahun dari saat ini, kita mampu rata-rata memotong satu detik setiap memuat halaman pada seluruh jaringan CloudFlare, akan menghemat 10 ribu tahun waktu setiap hari dari menunggu loading internet," kata dia.

Selanjutnya...Cara Kerja HTTP/2 Server Push

img_title Bintang Porno Jepang Hana Kuraki Sempat Hiatus Sebelum Meninggal, Kondisinya Jadi Sorotan

Cara Kerja HTTP/2 Server Push

Ketika mengunjungi sebuah website, browser akan berkomunikasi dengan server lewat bahasa bernama HTTP atau hypertext transfer protocol. Itulah sebabnya selalu ada Http:// dalam setiap alamat situs yang dikunjungi, agar browser tahu dan mengerti halaman web yang dituju.

Pada 1997, muncul HTTP 1.1, yang masih dominan sampai sekarang. Sayangnya, masa HTTP 1.1 tidak bisa lagi bertahan di tengah perkembangan internet yang semakin modern, seiring dengan penggunaan foto, video, dan konten interaktif lainnya dalam sebuah web. Halaman web pun mampet di satu rongga dan menyebabkan kelambatan loading.

Google pernah mengumumkan bahwa mereka memiliki versi HTTP sendiri, disebut SPDY (Speedy). SPDY diklaim memungkinkan komponen yang ada di sebuah halaman web muncul secara simultan. Ternyata, SPDY digadang-gadang sebagai modifikasi dari HTTP 2.0 yang menjadi standard web sejak Februari tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Usut punya usut, SPDY dan HTTP/2 merupakan peningkatan dari HTTP 1.1. Bedanya, HTTP/2 memiliki fitur yang dinamakan Server Push. Fitur inilah yang memungkinkan web server berkomunikasi dengan browser dan menjelaskan hal apa yang harus dimunculkan.

Artinya, browser tidak harus menebak alamat web yang harus dimunculkan itu karena server telah memberitahukannya secara langsung. Inilah kekuatan dari Server Push, yang diklaim bisa membuat proses loading web lebih efisien dan terorganisasi, bahkan memangkas waktu loading, baik di browser dan aplikasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut