Ramadan dan Harga Barang yang Selalu Naik

Ilustrasi Pasar Murah
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

Selain itu, Kementerian Pertanian juga menjual dalam bentuk paket sembako seharga Rp25 ribu per paket. Satu paket sembako berisi dua kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg gula pasir, dan 3 bungkus mie instan.

img_title Setya Novanto Anggap Harga Kebutuhan Pokok Sudah Stabil

Namun, tak semua pihak merasa diuntungkan oleh upaya pemerintah menggelar operasi pasar murah tersebut. Meskipun sangat membantu masyarakat, kegiatan itu justru tak disukai oleh pedagang karena mereka merasa dirugikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misalnya saja, pelaksanaan pasar murah di pasar Pondok Labu mendapat protes dari pedagang daging. Karena harga jual lebih murah dari pada harga pasaran.

img_title Komisi IV Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Karawang

"Rencananya, kalau terus-terusan begitu, kita mau protes, karena menjatuhkan harga pasar sini. Kalau enggak berubah, ya sekalian diusir. Ini perlu menyamakan pendapat dulu, baru nanti diomongin ke kepala pasar," kata Sarkowi, salah satu pedagang daging di pasar tradisional Pondok Labu, Jakarta Selatan kepada VIVA.co.id pada Selasa, 7 Juni 2016.

Menurut mereka, dengan diadakannya pasar murah, menjatuhkan pedagang asli yang sudah berjualan lama di pasar tersebut. Pedagang merasa sedang bersaing dengan pemerintah sendiri. Mereka menyesalkan, karena pemerintah lebih mempromosikan bahan impor dari pada bahan lokal.

img_title Kenaikan Harga Pangan Hanya Untungkan Distributor Serakah

"Pemerintah niatnya bantu masyarakat, tetapi di lain pihak, pemerintah menghancurkan pedagang. Yang ada malah, pemerintah yang jualan. Namanya, kita bersaing dengan pemerintah," kata Dedi, pedagang daging sapi.

Diadakannya pasar murah, menurut sebagian pedagang memberikan pengaruh terhadap jumlah penjualan. Para pedagang mengkhawatirkan pembeli yang merasa bahwa harga di pasar dinaikkan seenaknya.

Padahal, diutarakannya, harga jual dari pemasok juga sudah mahal. Pasar murah juga mengakibatkan menurunnya minat pembeli ke pedagang pasar.

Dedi mengatakan, jika pemerintah ingin menurunkan harga pangan, seharusnya pemerintah usut dari akar bagaimana harga pangan menjadi mahal. Bukannya, mengusik para pedagang dengan pasar murah.

"Pemerintah harus telusuri dari asalnya kenapa mahal. Jangan sampai membela rakyat, tetapi membunuh rakyat juga," ungkap Dedi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petani Juga Mengeluh

Di tengah harga-harga sayuran seperti cabe, kentang, tomat dan lain-lain naik di bulan Ramadan ini, tapi kenaikan itu tidak rasakan manfaatnya oleh para petani. Harga panen mereka tetap jatuh di pasaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut