Terminal 3, Usaha Perbaiki Citra Bandara Soekarno-Hatta
Rabu, 10 Agustus 2016 - 05:32 WIB
Sumber :
- VIVA.co.id/Chandra G Asmara
VIVA.co.id
- Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menjadi harapan baru atas padatnya penumpang dan penerbangan selama ini. Terminal ini juga menjadi salah satu usaha memperbaiki layanan dan citra Indonesia. Pun sebagai pintu gerbang untuk promosi pariwisata dan mengeruk devisa.
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi beroperasi pada Selasa 9 Agustus 2016 dini hari pukul 00.01 WIB. Dua penerbangan Garuda Indonesia menuju Jayapura dan Ternate dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menandai dimulainya pengoperasian terminal.
Terminal 3 memiliki panjang sekitar 1 kilometer dan luas bangunan 422.804 meter persegi. Terminal 3 memiliki fasilitas modern dan luas yang bahkan disebut-sebut menyaingi Bandara Internasional Changi di Singapura.
Terminal 3 merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas penerbangan Indonesia yang semakin sibuk dan padat. Terminal 3 diproyeksikan menjadi bandara transit internasional guna mendukung perekonomian dan meningkatkan pariwisata Indonesia.
Keberadaan terminal ini pun diharapkan mampu bersaing dengan bandara-bandara berkelas dunia lainnya, khususnya di kawasan regional ASEAN. Pengoperasian terminal ini memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan Bandara Internasional lainnya.
Fasilitas-fasilitas modern yang diberikan oleh regulator bandara, PT Angkasa Pura (AP) II, misalnya, baggage handling system level 5, yang mampu mendeteksi dengan cepat benda-benda yang mencurigakan. Selain itu, ada fasilitas sinar x, alarm kebakaran, visual docking guidance.
Fasilitas-fasilitas ini tidak kalah dengan sistem yang dimiliki bandara negara tetangga. AP II juga menyiagakan 30 customer service mobile yang berada di sekitar Terminal 3. Para penumpang di Terminal 3 nantinya akan mengacu kepada self service.
Pada tahap awal, maskapai yang bisa menggunakan Terminal 3 hanya Garuda Indonesia untuk penerbangan domestik. Perpindahan penerbangan dilakukan secara bertahap, namun ke depannya seluruh penerbangan domestik dan internasional Garuda akan dilayani melalui Terminal 3.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meninjau pengoperasian Terminal 3, menyebut beroperasinya terminal ini menjadi momentum tepat bagi Indonesia, untuk bisa berkompetisi dengan bandara internasional lainnya di seluruh dunia.
“Kami berharap, Terminal 3 bisa memberikan suatu lompatan layanan bagi Indonesia. Kita bisa berkompetisi, agar lebih baik di kancah internasional,” ujar Budi di Tangerang, Banten, Selasa 9 Agustus 2016.
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta resmi beroperasi pada Selasa 9 Agustus 2016 dini hari pukul 00.01 WIB. Dua penerbangan Garuda Indonesia menuju Jayapura dan Ternate dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menandai dimulainya pengoperasian terminal.
Terminal 3 memiliki panjang sekitar 1 kilometer dan luas bangunan 422.804 meter persegi. Terminal 3 memiliki fasilitas modern dan luas yang bahkan disebut-sebut menyaingi Bandara Internasional Changi di Singapura.
Terminal 3 merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas penerbangan Indonesia yang semakin sibuk dan padat. Terminal 3 diproyeksikan menjadi bandara transit internasional guna mendukung perekonomian dan meningkatkan pariwisata Indonesia.
Keberadaan terminal ini pun diharapkan mampu bersaing dengan bandara-bandara berkelas dunia lainnya, khususnya di kawasan regional ASEAN. Pengoperasian terminal ini memiliki fasilitas yang tidak kalah dengan Bandara Internasional lainnya.
Fasilitas-fasilitas modern yang diberikan oleh regulator bandara, PT Angkasa Pura (AP) II, misalnya, baggage handling system level 5, yang mampu mendeteksi dengan cepat benda-benda yang mencurigakan. Selain itu, ada fasilitas sinar x, alarm kebakaran, visual docking guidance.
Fasilitas-fasilitas ini tidak kalah dengan sistem yang dimiliki bandara negara tetangga. AP II juga menyiagakan 30 customer service mobile yang berada di sekitar Terminal 3. Para penumpang di Terminal 3 nantinya akan mengacu kepada self service.
Pada tahap awal, maskapai yang bisa menggunakan Terminal 3 hanya Garuda Indonesia untuk penerbangan domestik. Perpindahan penerbangan dilakukan secara bertahap, namun ke depannya seluruh penerbangan domestik dan internasional Garuda akan dilayani melalui Terminal 3.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, saat meninjau pengoperasian Terminal 3, menyebut beroperasinya terminal ini menjadi momentum tepat bagi Indonesia, untuk bisa berkompetisi dengan bandara internasional lainnya di seluruh dunia.
“Kami berharap, Terminal 3 bisa memberikan suatu lompatan layanan bagi Indonesia. Kita bisa berkompetisi, agar lebih baik di kancah internasional,” ujar Budi di Tangerang, Banten, Selasa 9 Agustus 2016.
Halaman Selanjutnya