Menanti Gebrakan Berani Duet Jonan dan Arcandra
- VIVA.co.id/Fikri Halim
Namun, setelah dikaji dan mendapatkan masukan banyak orang, keinginan Presiden Jokowi untuk menempatkan Jonan di holding BUMN itu dibatalkan. Dia lalu diangkat menjadi Menteri ESDM.
Brantas Praktik Tak Etis
Jonan dan Arcandra akan memimpin Kementerian ESDM dalam sisa jabatan pemerintah Jokowi periode hingga 2019. Duet mantan menteri Jokowi ini akan memimpin sektor minyak, gas, dan pertambangan, serta terkenal memiliki banyak mafia ESDM.
Usai dilantik sebagai Menteri ESDM, Ignasius Jonan, langsung menyambangi kantor Kementerian ESDM. Jonan secara resmi akan melaksanakan serah terima jabatan dari Pelaksana Tugas Menteri ESDM, Luhut Binsar Pandjaitan pada hari Senin, 17 Oktober 2016.
Jonan menyatakan akan belajar untuk membenahi sektor ESDM bersama dengan Arcandra. Ia mengaku butuh waktu memahami sektor ESDM karena sektor ini merupakan sektor baru baginya.
"Makanya ini kan sektor besar, makanya kami akan tandem, kerja sama. Kasih waktu kita duduk berdua buat duduk dan diskusi," kata Jonan di kantor Kementerian ESDM, Jumat 14 Oktober 2016.
Jonan mengaku diberitahu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, ditunjuk oleh Presiden Jokowi sebagai menteri ESDM pada pukul 11.00 WIB. Ia belum memiliki prioritas besar dalam sektor ESDM yang akan diembannya ke depan.
"Ini kan amanah besar, bersama Pak AT (Arcandra Tahar), kami akan berusaha menjalankan semaksimal mungkin sesuai arahan Pak Presiden. Sementara ini umum aja sih," kata dia.
Terkait program kerjanya ke depan, Jonan menyatakan akan memberantas praktik-praktik tidak etis seperti pungutan-pungutan liar di sektor ESDM. Dia optimistis bisa membenahi sektor ESDM ke depan.
"Begini, saya kira kalau pungli harus diberantas. Saya itu bukan di dunia migas. Jadi saya tidak mengerti mafia migas. Nanti kita beresin deh," kata Jonan.
Harus diakui Jonan tidak memiliki latar belakang pendidikan dan profesional di bidang ESDM. Mungkin karena itu Jokowi menempatkan Arcandra, yang memiliki rekam jejak profesional di bidang perminyakan internasional sebagai wakil menteri ESDM, untuk membantu Jonan dalam hal-hal teknis sektor ESDM.
Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, saat berbincang dengan VIVA.co.id memandang, kombinasi antara Jonan dan Arcandra dalam memimpin ESDM diyakini bisa menyelesaikan seluruh masalah-masalah yang berada di ruang lingkup kementerian tersebut.