Jalan Tak Aman Biometrik

Sensor selaput mata pada Samsung Galaxy Note 7
Sumber :
  • Viva.co.id/Amal Nur Ngazis

Dengan gambaran tersebut, dapat dipahami biometrik punya risiko sebab terpapar publik dan datanya bisa diambil oleh kamera pengintai atau perangkat pengambil foto lainnya. 

img_title Jenderal Hinsa Siburian: BSSN Tidak Boleh Anti dengan Perubahan Zaman

Apalagi dalam ruang publik, tidak ada aturan yang mengharuskan izin terlebih dahulu untuk mengambil foto atau gambar seseorang. Di negara kandang teknologi seperti AS pun, tidak ada aturan yang dimaksud. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pakar keamanan perusahaan biometrik NuData, Robert Capps senada dengan Bedoya. 

img_title Irjen Putu Jadi Waka BSSN, Hinsa Siburian: Tantangan di Bidang Siber Makin Kompleks

Capps mengatakan, biometrik meski menawarkan keunikan khusus pada tiap orang, namun karakter khas itu malah memiliki kelemahan. Tak seperti kata sandi, biometrik sebetulnya tak bisa diubah, karenanya begitu dibobol maka akan berakhir sudah selamanya. Dengan begitu, biometrik meningkatkan kekhawatiran atas keamanan data pribadi seseorang. 

"Kita menumpahkan data biometrik fisik di mana pun kita pergi, meninggalkan sidik jari pada apa pun yang kita sentuh, memosting selfie pada media sosial, video dengan teman dan keluarga. Banyaknya informasi ini bisa diambil oleh penipu," tutur pakar keamanan dari perusahaan biometrik NuData, Robert Capps. 

img_title Perluas Bisnis, Peruri Siap Transformasi Digital pada 2022

Dia mengatakan, begitu data biometrik dicuri dan dijual kembali secara gelap, maka risiko akses tak berwenang sampai akses ke akun pengguna akan berlangsung terus sepanjang hidup korbannya. 

Pendapat itu dikuatkan oleh profesor hukum University Stamford, Woodrow Hartzog. Dia mengatakan, memang biometrik mengusung keamanan yang benar-benar aman, dan susah untuk dipalsukan, misalnya, bentuk telinga, gaya berjalan dan lainnya. Namun begitu data biometrik diretas, maka data akun pengguna akan terancam. 

Dalam kasus tersebut, maka korban akan diretas selamanya. Data di rumah sakit sampai perbankan akan menjadi incaran peretas. 

Menariknya meski fakta insiden menunjukkan biometrik punya kerawanan, namun fitur keamanan ini tetap menyedot perhatian para investor, khususnya biometrik mobile. Laman Wired menuliskan, sebuah laporan menunjukkan saham perusahaan biometrik Swedia, Fingerprint Card AB, melonjak 1.600 persen pada tahun lalu. Kenaikan itu menempatkan perusahaan itu menjadi salah satu perusahaan dengan performa saham terbaik di Eropa pada 2015. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kode Etik Biometrik

Salah satu hal penting disoroti dalam pemanfaatan fitur biometrik yaitu sejauh ini tidak ada aturan pengelolaan fitur tersebut. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut