Semarak Imlek dalam Kesederhanaan
- ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Meski api identik dengan warna merah menyala, tahun ini disarankan untuk menghindari mengenakan warna merah. Warna-warna yang akan melengkapi unsur merah dan api, seperti cokelat atau kuning dipercaya akan mendatangkan keberuntungan dan kemakmuran di tahun Ayam Api ini.
Ragam tradisi
Menurut sejarah, Imlek menjadi perayaan yang dilakukan para petani di Tiongkok dalam menyambut musim semi, dan awal tahun yang ditandai dengan kembali bercocok tanam. Di tahun baru, mereka berharap akan hasil panen yang melimpah. Hal tersebut karena saat itu mayoritas penduduk China berprofesi sebagai petani.
Seiring perkembangan zaman, kini banyak warga keturunan Tionghoa merayakan tahun baru sebagai awal tahun berbisnis. Mereka berharap di tahun baru mampu meraih profit dan kesuksesan di berbagai bidang. Itulah mengapa beragam tradisi dan persiapan Imlek lantas dilakukan demi terwujudnya harapan-harapan mereka.
![]()
![]()
Ritual persiapan jelang perayaan tahun baru China termasuk membersihkan klenteng, dilaksanakan menjelang perayaan Imlek sebagai bentuk penghormatan bagi leluhur. Selain itu, untuk memberi rasa nyaman bagi umat yang akan bersembahyang.
Seluruh patung-patung dewa dicuci dan dibersihkan guna menyambut perayaan Imlek. Ritual membersihkan klenteng serta memandikan Dewa dan Dewi sebelum Imlek, juga dilakukan untuk memberikan semangat kebersamaan antarwarga Tionghoa.
Sejak diberlakukan kebijakan menghormati pluralisme yang diberlakukan di era Gus Dur, segala pernak-pernik Imlek juga selalu mudah ditemui menjelang perayaannya. Sejumlah barang dan atribut yang berkaitan dengan Imlek sudah banyak diburu, mulai dari dupa, lampion, angpao merah hingga kembang api.
Selain sekadar untuk koleksi, juga digunakan untuk acara sembahyangan saat tahun baru tiba atau untuk menghias rumah dan jalan-jalan. Begitu pula dengan deretan acara menarik, seperti festival dan pertunjukan barongsai.
Seperti di kawasan pecinan di area Pasar Gede, Solo, yang setiap tahunnya selalu dipercantik dengan ribuan lampion yang dipasang mulai dari Jalan Urip Sumoharjo, Jalan RE Martadinata hingga Bundaran Gladag di Jalan Jenderal Sudirman.
Lampion yang dipasang untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek 2568/2017 berjumlah sebanyak 5.000 lampion. Kehadiran lampion pun menarik warga untuk selfie. Ribuan orang berkunjung di kawasan Pasar Gede, selfie dengan latar suasana ala China Town.