Ponsel yang Bangkit dari 'Kubur'

CEO Microsoft Steve Ballmer dan eksekutif Nokia Stephen Elop
Sumber :
  • REUTERS/Brendan McDermid/Files

Namun banyak hal yang membuat 3310 berbeda dengan kebanyakan ponsel Nokia pada umumnya. Bodi yang kuat dan baterai yang tahan lama merupakan dua hal yang membuat pengguna smartphone iri.

img_title Ambisi Indosat Kuasai AI, Sampai 'Ngebajak' NVidia dan Nokia

Bagaimana tidak. Smartphone yang beredar sekarang hanya bisa bertahan paling lama 20 jam. Bodinya pun sangat ringkih karena selain desain yang tipis, didominasi juga oleh layar yang besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak heran jika kemudian banyak pengamat yang optimistis jika Nokia mampu bangkit dan merangsek masuk ke pasar smartphone dunia. Analis menyebut jika 3310 akan menjadi perangkat ponsel yang hits tahun ini, membangkitkan kenangan dan kebutuhan masyarakat akan ponsel tahan lama, serta menyasar pasar yang masih belum bisa terkena akses internet.

img_title Nokia Spencer 5G: Kebangkitan Sang Legenda dengan Spesifikasi Gahar

“Seri 3310 dicintai oleh banyak orang. Ponsel ini mendapatkan cinta dari jutaan orang di dunia,” ujar Rajeev seperti dikutip Business Standard.

Pengamat pasar ponsel global yang juga penulis buku, Tomi Ahonen, menyebut langkah Nokia ini sebagai Return of the Jedi. Langkah HMD Global dan Nokia menghidupkan kembali ponsel yang diskontinu sejak 2005, itu dianggapnya sebagai ‘jenius’.

img_title 7 HP dengan Baterai Super Jumbo Ini bisa Tahan 5 Hari Tanpa Ngecas! Terakhir Ngagetin

Menurut dia, masih ada 47 persen masyarakat di dunia yang menggunakan ponsel dengan keyboard ketik (T9) seperti yang dibawa Nokia 3310. Artinya, masih ada 47 persen orang di dunia yang masih menyukai dumbphone ketimbang smartphone. Itu hampir setengah dari populasi penduduk.

“Paman Anda di desa lebih suka menggunakan ponsel dengan papan ketik, ponsel fitur, dumbphone, atau apalah istilahnya. Mereka juga yang tidak punya akses internet di daerahnya,” ujarnya. 

“Bahkan ada 800 juta orang di dunia yang buta huruf. Mereka buta huruf tapi tahu menggunakan ponsel, jadi mereka tidak suka pakai ponsel layar sentuh, hanya butuh sms dan telepon,” ujar Ahonen dalam serangkaian tweet-nya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, untuk tiga smartphone berbasis Android, Ahonen menyebut jika ini bisa digunakan Nokia untuk merangsek masuk ke pasar smartphone dunia. Ketiganya bermain di ranah menengah, tiga model sekaligus dengan harga mulai dari US$150 hingga US$299.

Di ranah harga US$150 sampai US$400, hanya ada 26 persen dari total 100 juta unit ponsel terjual. Selanjutnya di segmen US$175 hingga US$325 ada sekitar 58 persen terjual. Dengan menjual tiga model sekaligus, ini dianggapnya sebagai kunci untuk bisa menguasai sepertiga dari 300 juta smartphone yang dijual setiap tahunnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut