Berharap pada Jakarta Concord

Delegasi IORA 2017 Tandatangani Jakarta Concord
Sumber :
  • ANTARA FOTO/IORA SUMMIT 2017/Wahyu Putro A

Ia menambahkan, yang dimaksud di ambang keperkasaan dimulai dari kegiatan ekonomi di Afrika Timur, Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara hingga Australia. Optimisme muncul meskipun ada anggapan bahwa Samudera Pasifik akan tetap menjadi salah satu poros dunia.

img_title Menlu Retno Sebut Telah Adopsi Dua Dokumen IORA

IORA awalnya hanya fokus pada masalah ekonomi. Namun, saat ini, di bawah keketuaan Indonesia, IORA mulai fokus membahas masalah keamanan dan terorisme serta ekstremisme.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini merupakan bagian dari mempromosikan keselamatan dan keamanan maritim. Salah satu yang dibahas adalah isu pembajakan di laut. Pengamat intelijen Wawan Hari Purwanto mengatakan, dalam melancarkan aksi terorisme di laut membutuhkan sokongan dana yang tidak sedikit.

img_title Kadin Minta Anggota IORA Bangun Kebijakan Satu Suara

Dana tersebut dibutuhkan untuk membiayai pengadaan senjata api, identitas palsu, bahkan sampai rumah singgah (safe house). "Salah satu cara yang ditempuh para teroris untuk mendapatkan uang dengan cara aman yaitu melalui sistem Hawala atau Hundi," kata Wawan kepada VIVA.co.id.

Menurut dia, sistem ini mampu mentransfer uang tanpa melalui mekanisme perbankan atau transaksi elektronik antarnegara. Artinya, lanjut Wawan, para teroris ini melakukan transaksi dengan cara tradisional melalui 'jalur-jalur bawah tanah'.

img_title Ungkapan Pujian Wapres JK untuk Oman

"Dengan sistem ini juga, uang bisa dikirim tanpa menyebut nama pemberi dan penerima. Tapi dijamin sampai di tempat tujuan. Itu dilakukan hampir di semua negara di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Selatan ke seluruh dunia," ungkapnya.

Wawan juga mengungkapkan, meski sistem ini sudah dilarang oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada kenyataannya, transaksi ini masih ada karena dilakukan melalui ‘gorong-gorong’.

"Nah, inilah yang coba kita deteksi supaya seluruh negara anggota IORA ikut menyadari bahayanya sistem Huwala atau Hundi itu. Intinya, aksi terorisme tidak akan terlaksana tanpa dukungan dana yang kuat. Jadi, kita harus bersama-sama 'against to defend terrorism'", tutur Wawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Benar saja. Seluruh negara IORA sepakat mengadopsi satu dari dua dokumen, yakni Declaration on Preventing and Countering Terrorism and Counter Extremism (deklarasi pencegahan dan pemberantasan terorisme dan ekstremisme).

Deklarasi ini sebuah refleksi dan tekad untuk menjaga perdamaian dan stabilitas, mempromosikan pesan-pesan positif mengenai toleransi, keragaman, serta moderasi di kawasan Samudera Hindia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut