Perang Diskon Harbolnas, Jangan Jadi Ajang Tipu Konsumen

Hari Belanja Online Nasional.
Sumber :
  • www.harbolnas.com

"Artinya, di situ harus ada ke mana konsumen harus mengetahui informasi, dan harus ke mana menghubungi (e-commerce)," tutur pria yang juga menjabat CEO Blanja.com.

img_title Industri E-Commerce Indonesia: Antara Inovasi, Efisiensi dan Regulasi yang Mendukung

Berikutnya, bisa dipidana>>>

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Berkah Ramadan, Produk UMKM di E-Commerce dan Pengiriman Melonjak Tajam

Bisa dipidana

Hal penting lainnya, lanjut Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia, Aulia E. Marinto, e-commerce peserta Harbolnas menyediakan promo belanja online yang bertanggung jawab dan mempersiapkan dengan prima layanan purna jual belanja online. 

img_title E-Commerce Ini Perkuat Komitmen Dukung UMKM dan Brand Lokal dengan Inovasi Teknologi dan Logistik Terpadu

Meski tidak menyebut jelas Harbolnas, namun Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengimbau masyarakat agar mewaspadai produk cuci gudang yang diumbar para peritel pada akhir tahun.

Konsumen diminta bijak dalam membeli produk yang akan digunakan. Ketua YLKI, Tulus Abadi, meminta konsumen untuk mewaspadai produk yang sudah tak layak konsumsi, khususnya produk yang mendekati atau yang sudah kedaluwarsa.

Produk tersebut sengaja dilepas ke pasar untuk menghabiskan stok di gudang para pelaku usaha, distributor, atau bahkan peritel lainnya.

"Guna mempercepat cuci gudang itu, pelaku usaha memberikan iming-iming diskon kepada konsumen," ungkap Tulus.

Terkait diskon pada produk fesyen, kata Tulus, konsumen agar waspada terhadap tawaran tersebut. Karena, rata-rata pemberian diskon itu dengan cara menaikkan harganya terlebih dahulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, YLKI sering menemukan harga fesyen yang dinaikkan lebih dahulu, misalnya, dinaikkan harganya 100 persen, dan kemudian diberikan diskon 50 persen.

Padahal, ini tindakan yang melanggar regulasi, bahkan bisa dipidana. "Kami juga meminta Kepolisian RI untuk melakukan penegakan hukum terhadap kedua hal ini," kata dia. (asp)

cuci mata versi digital - meninggalkan keranjang belanja tanpa membeli

Perilaku Konsumen Era Digital: Keranjang Penuh, Tapi Dompet Selamat

Media sosial pemicu belanja impulsif, tapi banyak konsumen hanya mengisi keranjang tanpa checkout karena sadar perbedaan keinginan dan kebutuhan.

img_title
VIVA.co.id
17 April 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut