Duka Ditinggal Vokalis Legendaris Koes Plus
- ANTARA Foto/Muhammad Iqbal
VIVA – Selembar kain batik dan putih menutupi tubuhnya yang kini terbujur kaku di atas tempat tidur kayu beralas kasur dan tikar anyam. Sesekali kain itu disingkap para pelayat yang ingin memberi salam terakhir untuk dia, sang legenda.
Isak tangis menyeruak di antara lantunan ayat-ayat surat Yasin dalam ruang berhias pigura penuh memori. Wajah sembab mewarnai mereka yang kini kehilangan sosok ayah, sahabat, guru, dan idola satu ini.
Yon Koeswoyo pergi untuk selamanya. Musisi yang tak pernah lelah bersenandung sepanjang hidupnya ini akhirnya tutup usia. Dia pergi, meninggalkan warisan bersejarah di dunia musik Indonesia, bersama trah Koeswoyo lewat Koes Bersaudara dan Koes Plus.
Yon Koeswoyo (Koesjono) meninggal dunia di usia yang ke-77 tahun pada Jumat, 5 Januari 2018. Yon menghebuskan napas terakhirnya setelah berjuang melawan berbagai penyakit yang diidap sejak lama. Yon meninggal di kediamannya setelah sempat dirawat di Rumah Sakit selama beberapa hari, lalu minta pulang untuk menghabiskan sisa hidupnya di rumah bersama keluarga.
![]()
Koes Bersaudara dan Koes Plus
Yon Koeswoyo lahir pada 27 September 1940 merupakan anak dari Koeswoyo dan Atmini. Yon dan para anak laki-laki dalam trah Koeswoyo, yaitu John, Tonny, Yok, dan Nomo membentuk Koes Bersaudara pada tahun 1960 hingga 1963. Namun Setelah itu, Koes Bersaudara hanya aktif dengan empat orang, tanpa John, kakak tertua yang memperkenalkan mereka pada musik.
Di bawah nama Koes Bersaudara, begitu banyak lagu abadi sepanjang masa yang terlahir. Beberapa di antaranya Dara Manisku, Bis Sekolah, Aku Rindu, dan lain sebagainya.
Di tahun 1965, Koes Bersaudara sempat ditangkap karena dianggap kebarat-baratan oleh Presiden Soekarno. Tonny, Yok, Yon, dan Nomo dibui di penjara Glodok selama tiga bulan. Bukannya tanpa kegiatan, mereka menelurkan sejumlah lagu, seperti Di Dalam Bui dan Balada Kamar 15.
Namun, lewat sebuah buku berjudul Kisah dari Hati, Koes Plus Tonggak Industri Musik Indonesia karya Ais Suhana, seorang fans berat Koes Plus yang memiliki peran penting dalam kebangkitan Koes Plus pada tahun 1993, menguak kisah asli di balik penangkapan tersebut. Rupanya, ada skenario tugas yang diberikan negara untuk mengintai Malaysia yang kala itu sedang bersitegang dengan Indonesia.