Doa Berkendara saat Mudik Lebaran, Amalan Penting Agar Terhindar dari Marabahaya

Ilustrasi mudik
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi mudik menjadi momen yang dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Perjalanan pulang ke kampung halaman tidak hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dengan keluarga tercinta setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadhan.

img_title Tiga Kader Muhammadiyah Gugat soal Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan dan Idul Fitri ke MK

Namun, perjalanan mudik yang identik dengan jarak jauh dan durasi panjang tentu memerlukan persiapan matang, baik secara fisik maupun mental. Selain memastikan kendaraan dan kondisi tubuh prima, umat Muslim juga dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara spiritual dengan membaca doa agar perjalanan diberi keselamatan dan kelancaran hingga sampai tujuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam ajaran Islam, membaca doa ketika hendak bepergian, termasuk saat mudik, merupakan amalan yang dianjurkan. Hal ini dijelaskan oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, yang mengutip riwayat dari Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasai dari Sayyidina Ali ra mengenai doa berkendara.

img_title Paxel Catat Pengiriman Lebaran 2026 Tak Hanya Didominasi Barang Makanan

Merangkum dari NU Online, berikut doa yang dianjurkan dibaca saat memulai perjalanan mudik:

1. Membaca Bismillah

img_title Usai Ramadan, Orang Indonesia Makin Selektif dalam Berbelanja

2. Membaca doa berikut:

الْحَمْدُ للهِ سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.

Artinya, "Segala puji bagi Allah/maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami."

3. Membaca “Alhamdulillāh” sebanyak 3 kali

4. Membaca “Allāhu akbar” sebanyak 3 kali

5. Kemudian membaca doa berikut:

سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.

Artinya, "Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Doa-doa tersebut menjadi bagian dari ikhtiar spiritual bagi para pemudik agar perjalanan yang ditempuh senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. Dengan membaca doa, seorang Muslim tidak hanya memohon keselamatan, tetapi juga menyadari keterbatasan diri serta menyerahkan sepenuhnya perlindungan kepada Sang Pencipta.

Penjelasan mengenai doa berkendara ini dapat ditemukan dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi (Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H, halaman 188). Amalan ini menjadi salah satu bentuk sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan, khususnya saat melakukan perjalanan jauh seperti mudik Lebaran.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut