Panduan Lengkap Lempar Jumrah: Tata Cara dan Doa yang Harus Dibaca

Jemaah lempar jumrah di Jamarat, Mina, Arab Saudi
Sumber :
  • Andika/MCH 2025

Makkah, VIVA – Ibadah lempar jumrah merupakan salah satu rangkaian penting dalam pelaksanaan haji yang harus dipahami secara menyeluruh oleh setiap jamaah. Meskipun secara praktik terlihat sederhana, prosesi ini memiliki aturan yang rinci, mulai dari urutan pelaksanaan, jumlah lemparan, hingga waktu yang telah ditentukan. 

img_title Meski Prospek Cerah, Industri Perjalanan Umrah dan Haji RI Dituntut Tingkatkan Kualitas Layanan

Pemahaman yang tepat menjadi kunci agar ibadah dapat dijalankan sesuai tuntunan syariat dan berlangsung dengan tertib serta khusyuk. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara umum, jumrah merujuk pada batu-batu kecil yang digunakan dalam ritual pelemparan. Dalam konteks ibadah haji, melempar jumrah berarti melontarkan batu kerikil ke titik tertentu pada waktu yang telah ditetapkan sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT. 

img_title Kata KPK Soal Fakta Sidang Uang 400 Ribu Dolar AS Buat Teman Nusron Wahid

Para ulama sepakat bahwa hukum melaksanakan lempar jumrah adalah wajib. Hal ini didasarkan pada hadis riwayat Muslim berikut:

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْمِى اَلْجَمْرَةَ ضُحًى يَوْمَ النَّحْرِ وَحْدَهُ وَرَمَى بَعْدَ ذَلِكَ بَعْدَ زَوَالِ الشَّمْسِ -رواه مسلم

img_title Kemenhaj Buka Pendaftaran Petugas Haji 2027, Intip Syarat hingga Proses Seleksinya

Artinya: Jabir berkata, "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melontar satu jumrah saja (jumrah aqabah) pada waktu dhuha hari Nahar. Dan sesudah itu hari-hari berikutnya (tanggal 11 sampa dengan 13 Dzulhijah) beliau melempar (tiga jumrah) setelah tergelincir matahari."

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga jenis jumrah yang harus diketahui. 

Pertama, Jumrah Ula (Shugra) yang berada di bagian awal Mina dan melambangkan upaya manusia menjauhi sifat tamak. 

Kedua, Jumrah Wustha yang terletak di tengah, menjadi simbol perlawanan terhadap penyimpangan dari kebenaran. 

Ketiga, Jumrah Aqabah (Kubra) yang berada paling dekat ke arah Makkah, melambangkan penolakan terhadap kesombongan dan kezaliman.

Ritual lempar jumrah dimulai pada 10 Dzulhijjah atau hari Nahar, di mana jamaah hanya melempar Jumrah Aqabah sebanyak tujuh kali. Selanjutnya, pada hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah), pelemparan dilakukan terhadap ketiga jumrah secara berurutan, dimulai dari Ula, kemudian Wustha, dan diakhiri dengan Aqabah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam praktiknya, terdapat sejumlah tata cara yang dianjurkan. Jamaah disunnahkan berdiri menghadap kiblat, meskipun diperbolehkan juga langsung menghadap jumrah. Setiap batu dilempar satu per satu sebanyak tujuh kali, disertai dengan mengangkat tangan. Saat melempar, jamaah dianjurkan membaca takbir “Allahu Akbar” pada setiap lemparan.

Selain itu, terdapat doa yang dianjurkan setelah melempar:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut