Festival Film Wartawan 2025 Resmi Diluncurkan, Mengenang Warisan Wina Armada Sukardi di Dunia Film

Festival Film Wartawan (FFW) 2025
Sumber :
  • ist

VIVA – Dalam momen penuh haru dan semangat yang membara, Panitia Festival Film Wartawan (FFW) secara resmi meluncurkan penyelenggaraan edisi ke-15 FFW 2025. Tahun ini, festival tersebut mengusung tema khusus sebagai bentuk penghormatan bagi mendiang Wina Armada Sukardi, Presiden FFW yang baru saja berpulang. Sosok Wina dikenal bukan hanya sebagai penggerak utama, tetapi juga sebagai roh yang menjaga semangat FFW sebagai ruang penting bagi wartawan film dalam mengawal perkembangan dunia perfilman Indonesia.

Dari Impersonator ke Kursi Sutradara: Perjalanan Karier Kristo Immanuel

“Kepergian Mas Wina bukan akhir dari perjalanan, tetapi justru panggilan bagi kami untuk melanjutkan perjuangan yang telah ia rintis dengan lebih sungguh-sungguh,” ujar Benny Benke, Ketua Panitia FFW 2025, dalam konferensi pers yang digelar Rabu, 9 Juli 2025.

“Festival tahun ini akan bekerja dengan penuh ketulusan dan menjunjung integritas. Kami ingin memastikan bahwa setiap proses penilaian film dilakukan secara adil, transparan, dan akuntabel. Ini adalah bentuk penghormatan kami terhadap legacy beliau,” sambungnya.

Tinggal Meninggal Resmi Tayang di Seluruh Bioskop 14 Agustus 2025

Sejak awal pendiriannya, Festival Film Wartawan telah berkembang menjadi salah satu tonggak penting dalam industri film Tanah Air. Lebih dari sekadar ajang penghargaan, FFW hadir sebagai ruang partisipatif di mana para wartawan film—yang dianggap sebagai penjaga gerbang budaya—berperan aktif dalam membentuk narasi dan mendorong diskusi yang sehat mengenai kualitas karya film nasional.

Dukungan terhadap peran penting FFW juga ditegaskan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Ia menyampaikan bahwa wartawan film merupakan bagian vital dari pertumbuhan dan kedewasaan industri perfilman. “FFW adalah bukti nyata bahwa jurnalisme dan kritik film dapat berjalan berdampingan dengan kreativitas. Peran mereka sangat penting dalam menghidupkan ekosistem perfilman yang sehat,” ungkapnya.

Perempuan yang Berjuang Menjadi Ibu, Michelle Ziudith Tampil Menyentuh di Assalamualaikum Baitullah

Nada yang sama disampaikan oleh Syaifullah Agam, PhD, Direktur Perfilman, Musik, dan Media di Kementerian Kebudayaan RI. Ia menegaskan bahwa FFW 2025 akan menjadi momen bersejarah yang tak hanya merayakan karya terbaik, tetapi juga menjadi perayaan warisan yang ditinggalkan oleh Wina Armada Sukardi.

“Kami akan memastikan semangat beliau tetap hadir dalam setiap sesi diskusi, pemutaran film, hingga malam penghargaan. Wina adalah figur yang mencintai film Indonesia sepenuh hati,” ujarnya.

FFW 2025 akan berlangsung hingga puncak acara pada November mendatang. Tahun ini, rangkaian program baru disiapkan untuk memperluas jangkauan dan dampak festival. Beberapa di antaranya adalah: Forum Kritik Film & Literasi Media, yang bertujuan memperkuat peran wartawan dalam membangun apresiasi publik terhadap film; Pemutaran Khusus Karya Legendaris, sebuah program penghormatan terhadap film-film yang pernah didukung dan diperjuangkan oleh Wina; Anugerah Khusus Wina Armada Sukardi, penghargaan spesial bagi tokoh-tokoh yang secara konsisten berkontribusi terhadap kemajuan industri film nasional.

"Manusia bisa datang dan pergi, tetapi nilai-nilai yang mereka tanamkan akan terus hidup. FFW akan terus menjadi bagian dari denyut panjang perfilman Indonesia—mengawal, mengkritik, dan merayakan dengan cinta dan keberanian,” katanya.

Arbani Yasiz

Arbani Yasiz Si Pria Soft-Spoken, Patuh dan Sayang Ibu: Red Flag atau Green Flag? Nonton di Assalamualaikum Baitullah!

Film ABA menjadi perbincangan karena bukan hanya ceritanya yang menguras air mata, tapi juga karakter-karakter di dalamnya yang begitu relatable.

img_title
VIVA.co.id
21 Agustus 2025