Kementan Tegaskan Penanganan PMK Dilakukan Secara Serius

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Kementan Wisnu Wasisa Putra.
Sumber :

VIVA – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan kembali bawa pengawasan dan pengendalian penyakit kuku dan mulut (PMK) terus dilakukan secara serius. Bahkan sejak awal, kementan telah memusnahkan hewan ternak jenis kambing asal Thailand yang masuk melalui wilayah karantina Provinsi Aceh.

img_title Kementan Minta Tambah Anggaran Rp5 Triliun untuk Kesejahteraan Petani hingga Daya Saing Ekspor

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Kementan, Wisnu Wasisa Putra mengatakan bahwa selama ini Barantan dan Direktorat Jenderal Peternakan Kesehatan Hewan telah melakukan berbagai respon cepat dalam penanganan PMK.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Diantaranya penerbitan surat edaran pedoman pelaksanaan pengawasan ternak sejak ditemukannya kasus tersebut pertama kali," ujar Wisnu dalam konferensi  pers daring, Jumat, 15 Juli 2022.

img_title Amran Copot 27 Pejabat Kementan Sepanjang Agustus, karena Penyimpangan Anggaran hingga Terlibat Judol

Selanjutnya, kata Wisnu, kementan juga telah menetapkan wilayah garis pantai Timur Sumatera sebagai zona rawan satu penyelundupan. Dengan status tersebut, Kementan terus menguatkan sinergitas pengawasan bersama TNI, Polri, Bea Cukai dan pemerintah daerah.

"Kemudian lalu lintas ternak melalui jalur rute darat/check point terus kami lakukan. Juga pemeriksaan Kesehatan hewan dalam satu pulau adalah tanggungjawab pemerintah daerah khususnya otoritas veteriner daerah," katanya.

img_title Amran Copot 13 Pejabat Kementan Akibat Main Judol, Ada yang Deposit Rp 200 Juta

Wisnu menambahkan, penanganan PMK harus dilakukan secara bersama baik di pusat maupun di daerah. Masyarakat juga bisa memberikan informasi terkait adanya gejala PMK pasa hewan ternak yang ada.

“Kami menghimbau kepada pelaku usaha dan perdagangan hewan dan ternak baik dalam atau luar negeri untuk melaporkan ke kantor Barantan terdekat jika melalu lintaskan baik ekspor/impor/antar area, untuk menjamin Kesehatan hewan dan untuk tidak merugikan masyarakat, khusunya para peternak Indonesia," ujarnya.

Pusat PVTPP Kementan

Kementan Pacu Inovasi Pemulia Tanaman Agar Lebih Cepat Hasilkan Benih Berkualitas

Indra menambahkan, efisiensi dan kepastian hukum di proses pelepasan varietas jadi penting, agar inovasi para pemulia tanaman bisa lebih cepat hasilkan benih berkualitas.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut